Karhutla Meluas, 10 Titik ISPU Hitam Muncul di Sumatra dan Kalimantan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 18:01:01 WIB
Asap karhutla menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan.

NUSAAKSARA.COM — Sepuluh lokasi di Sumatra dan sembilan di Kalimantan mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kategori hitam atau berbahaya, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup per Jumat (16/10/2026) sore. Kabupaten Padang Pariaman di Sumatra Barat dan Kota Pontianak di Kalimantan Barat masing-masing terdeteksi berada di kategori merah atau sangat tidak sehat. Sebaran karbon monoksida dari karhutla juga terekam citra satelit NASA pada periode 13-15 Oktober 2026 di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum berhasil dipadamkan mendorong kualitas udara di sejumlah daerah ke level berbahaya. Data ISPU KemenLH/BPLH yang dikutip pukul 17.36 WIB menunjukkan konsentrasi titik hitam terkumpul di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Di Sumatra, ISPU hitam tercatat di Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Indragiri Hilir (Riau); Kecamatan Muara Sabak Barat, Lapangan Kantor Wali Kota Jambi, dan Kabupaten Tebo (Jambi); Kota Padang serta Simpang Icon City Kota Palembang; dan Penukal Arab Lematang Ilir serta Prabumulih (Sumatra Selatan).

Daftar Titik ISPU Hitam di Kalimantan

Kalimantan yang juga menjadi pusat karhutla menyumbang sembilan lokasi kategori berbahaya. Titik itu meliputi Kota Banjarmasin, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, dan Kapuas di Kalimantan Selatan; Palangka Raya, Kotawaringin, Katingan, Gunung Mas, dan Barito Selatan di Kalimantan Tengah.

Kategori merah terdeteksi di Kabupaten Padang Pariaman (Sumatra Barat) dan Kota Pontianak (Kalimantan Barat). Adapun ISPU hijau atau kategori baik hanya muncul di lima lokasi Sumatra: Pangkalpinang Girimaya, Kabupaten Muaro Jambi, Kecamatan Medan Deli, Kecamatan Tapak Tuan (Aceh Selatan), dan Kecamatan Kuala (Nagan Raya).

Skala ISPU menempatkan warna hijau pada rentang 0-50 (baik), biru 51-100 (sedang), kuning 101-200 (tidak sehat), merah 201-300 (sangat tidak sehat), dan hitam di atas 300 (berbahaya).

Asap Tertahan di Bawah 7.000 Kaki

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal mengungkapkan asap karhutla saat ini tertahan di bawah ketinggian sekitar 7.000 kaki. Lapisan inversi di atasnya membuat sinar matahari sulit menembus, padahal cahaya itu dibutuhkan untuk mendukung penguapan dan pembentukan awan hujan.

"Jadi ini kan sekarang asapnya tertahan nih, di bawah ketinggian dari 7.000 kaki. Di atasnya ada lapisan inversi, ini kita buka dengan menggunakan dry ice," ujar Faisal saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Menurut Faisal, setelah lapisan terbuka, asap akan keluar dan sinar matahari bisa masuk. Teknik modifikasi cuaca dengan dry ice itu menjadi salah satu upaya mendorong hujan di wilayah terdampak.

El Nino Sangat Kuat Perparah Kekeringan

Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Oktober 2026 yang dirilis BMKG pada 13 Oktober 2026 mencatat indeks IOD dasarian sebesar +0,703, turun tipis dari September yang mencapai +0,72. Nilai anomali suhu muka laut di region Nino3.4 secara dasarian berada di +3,33.

Indeks ENSO tiga bulanan untuk periode Agustus-September-Oktober 2026 sebesar +3,08. Angka itu menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat, yang bersama IOD positif menekan curah hujan di Indonesia.

Kombinasi minimnya hujan dan luasan karhutla membuat sebaran karbon monoksida meluas. Citra satelit NASA pada situs Eyes on the Earth merekam konsentrasi gas itu di atmosfer pada ketinggian sekitar 18.000 kaki (5,5 kilometer) selama tiga hari pengamatan, 13-15 Oktober 2026.

Visualisasi tersebut memakai gradasi warna: oranye dan merah menandai konsentrasi CO tinggi, sedangkan biru dan ungu menandakan konsentrasi rendah. Sejumlah wilayah Indonesia tampak didominasi warna merah.

Korban Jiwa dan Sekolah Daring

Karhutla telah memakan korban. Empat petugas dan mitra pemadam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, meninggal saat bertugas. Sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka dan sakit akibat asap, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Sekolah-sekolah di wilayah pusat karhutla dan daerah lain yang terdampak asap menerapkan sistem belajar jarak jauh alias daring. Kebijakan itu diambil untuk mengurangi paparan asap terhadap siswa.

Di Pulau Jawa, ISPU hari ini didominasi warna hijau dan biru. Warna kuning terkonsentrasi di beberapa lokasi Jakarta dan Jawa Barat, termasuk satu titik di Cilegon, Banten. Kondisi serupa terpantau di Bali, Nusa Tenggara, Papua, hingga Sulawesi.

Terkini