The Changcuters Ajak Penonton Synchronize Fest 2026 Doakan Korban Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:01:01 WIB
Vokalis The Changcuters, Tria Ramadhani, mengajak penonton Synchronize Fest 2026 mendoakan korban karhutla di Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

NUSAAKSARA.COM — Grup band The Changcuters mengajak ribuan penonton Synchronize Fest 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, mendoakan korban kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Aksi simpatik itu disampaikan vokalis Tria Ramadhani di sela penampilan mereka, Jumat (16/10/2026). Seruan tersebut disahut gemuruh "Aamiin" dari penonton yang memadati panggung Dynamic.

Vokalis The Changcuters, Tria Ramadhani, menyelipkan pesan empati di tengah kemeriahan panggung Dynamic Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Ia meminta penonton sejenak mengalihkan perhatian dari hingar-bingar musik untuk memikirkan warga yang terdampak bencana kabut asap.

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah masih menyisakan kabut asap pekat yang mengancam kesehatan warga setempat.

Seruan Doa dari Atas Panggung

Tria menegaskan bahwa ajakannya bukan sekadar formalitas panggung. Ia menyebut doa sebagai bentuk dukungan moral yang bisa menjangkau korban meski terpisah jarak.

"Semoga hari ini semuanya sehat, aman. Ada baiknya, kalau boleh ya, bukan sok-sokan, tapi ya terserah kalian menilainya gimana. Mari kita doakan saudara-saudara kita yang ada di luar pulau ini. Semoga mereka cepat dipulihkan, teman-teman," ujar Tria di atas panggung.

Ia juga melontarkan harapan agar bencana lingkungan tersebut segera berakhir. Menurutnya, pelaku pembakaran lahan turut menjadi bagian yang harus dituntaskan.

"Semoga kebakaran hutannya cepat berakhir, cepat hilang. Dan semoga kalau itu orang yang membakarnya, juga ikutan hilang," ucap Tria yang langsung disahuti gemuruh teriakan "Aamiin" secara serentak dari para penonton.

Energi Positif sebagai Obat

Meski berada jauh dari titik bencana, Tria meyakini dukungan moral dari Jakarta tetap bisa sampai ke para korban. Ia menyebut energi positif dari ribuan penonton punya kekuatan tersendiri.

"Meskipun kita cuma bantu melalui sebuah energi, sebuah doa yang positif, saya yakin energi itu bisa sampai ke siapapun yang kita inginkan, dan energi itu adalah obat yang paling mujarab," tambahnya.

Kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah seperti Kalimantan, Sumatera, hingga Papua masih menjadi persoalan tahunan yang berulang setiap musim kemarau. Kabut asap yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memicu gangguan pernapasan dan menutup akses transportasi di sejumlah wilayah.

Panggung Kembali Bergelora

Atmosfer haru itu perlahan mencair ketika The Changcuters melanjutkan penampilan mereka. Grup yang diawaki Tria Ramadhani, Dipa Nandastyra, Muhammad Iqbal, Arlanda Ghazali Langitan, dan Erick Nindyoastomo ini menghentak panggung lewat deretan lagu hits.

Penggemar dibuat bergoyang bersama lewat tembang favorit seperti "Racun Dunia", "Parampampam", "Sebagai", "Suka-Suka", "London", "Ruang Riang", dan "I Love U Beibeh". Penampilan ditutup dengan tembang "Gila-Gilaan" yang membawa semangat penonton ke puncaknya.

Synchronize Fest 2026 sendiri menjadi ajang berkumpulnya sejumlah musisi lintas generasi. Momen doa bersama yang dipimpin Tria menjadi salah satu segmen yang menonjol di antara rangkaian pertunjukan malam itu.

Terkini