NUSAAKSARA.COM — Warga Amerika Serikat Stephen Hubbard kini dalam perjalanan pulang setelah dibebaskan Rusia tanpa imbalan atau pertukaran tahanan. Presiden Donald Trump menyebut pembebasan itu sebagai situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Moskow.
Hubbard, pensiunan guru bahasa Inggris berusia 70-an tahun, dijatuhi hukuman hampir tujuh tahun penjara dalam persidangan tertutup pada Oktober 2024. Ia dituduh melakukan "kegiatan tentara bayaran" untuk Ukraina, tuduhan yang ia bantah.
"Stephen sedang dalam perjalanan pulang dan akan segera berkumpul kembali dengan keluarganya," tulis Trump di platform Truth Social, dikutip Al Arabiya dari AFP.
Klaim Trump soal Pembebasan Tanpa Pertukaran
Trump menegaskan Amerika Serikat tidak perlu memberikan imbalan apa pun untuk pembebasan Hubbard. Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk penghormatan kepada dirinya dan menjadi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Rusia.
"Tidak ada 'pertukaran' yang diperlukan untuk pembebasan ini," tulis Trump dalam unggahan yang sama.
Presiden Rusia Vladimir Putin lebih dulu mengumumkan pembebasan Hubbard dalam pertemuan dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff di Constantine Palace, St. Petersburg. Putin menyebut Hubbard berada di Bandara Pulkovo, Saint Petersburg.
Witkoff menyampaikan terima kasih kepada Putin atas pembebasan itu. Ia juga menyebut Trump dan "seluruh bangsa kita mengucapkan terima kasih atas pembebasan Stephen Hubbard," seraya memuji Putin sebagai sosok yang "humaniter."
Kaitan dengan Penangguhan Sanksi dan Tarif
Trump mengaitkan pembebasan Hubbard dengan penangguhan sejumlah sanksi dan tarif Washington terhadap Moskow yang dilakukan baru-baru ini. Ia memperingatkan bahwa negosiasi akan terhenti bila sanksi tetap diberlakukan.
"Jika sanksi tetap diberlakukan, negosiasi tersebut tentu akan terhenti sama sekali," tulis Trump dalam unggahan lain di Truth Social.
Sebelumnya, Trump mengaku telah meminta Putin untuk membebaskan Hubbard. Permintaan itu disampaikannya kepada para jurnalis di Washington.
"Saya telah berbicara panjang lebar dengannya. Saya memintanya untuk membebaskan dia. Kita lihat saja apa yang terjadi," ujar Trump.
Dampak bagi Hubungan AS-Rusia
Pembebasan Hubbard menandai langkah konkret pertama dalam rangkaian pembicaraan antara Washington dan Moskow setelah hubungan keduanya membeku. Penangguhan sanksi dan tarif menjadi bagian dari kesepakatan yang menurut Trump menopang jalannya negosiasi.
Hubbard menghabiskan waktu di balik jeruji sejak penahanannya beberapa tahun lalu. Ia divonis hampir tujuh tahun penjara pada Oktober 2024 melalui persidangan tertutup yang tidak diakui Amerika Serikat sebagai proses hukum yang adil.
Belum ada keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri AS mengenai jadwal kepulangan Hubbard maupun lokasi yang akan ia tuju. Keluarganya juga belum memberikan pernyataan terbuka.