Kolaborasi Indonesia, McGill, dan UEA Percepat Reformasi Pendidikan

Kolaborasi Indonesia, McGill, dan UEA Percepat Reformasi Pendidikan
FOTO: Istimewa

NUSA AKSARA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia memperkuat agenda peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah melalui kemitraan strategis bersama McGill University, Kanada, serta Uni Emirat Arab (UEA). Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat penguatan kompetensi pendidik, kepemimpinan sekolah, serta sistem pendukung pendidikan agar layanan pendidikan bermutu, inklusif, dan berkelanjutan dapat menjangkau lebih banyak anak Indonesia.

Penguatan kemitraan tersebut mendapat dukungan hibah transformatif dari UEA melalui Khalifa Bin Zayed Al Nahyan Foundation kepada McGill University. Hibah ini menjadi fondasi pembentukan UAE–Indonesia Future Leaders Program, sebuah inisiatif yang memobilisasi keahlian lintas disiplin dan dukungan keilmuan untuk mendorong perubahan sosial serta merespons kebutuhan pembangunan masa depan, termasuk di bidang pendidikan guru, kesehatan, teknik, dan keberlanjutan.

Kemitraan trilateral ini dibangun di atas Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Kemendikdasmen dan McGill University yang telah ditandatangani di Jakarta pada 1 Desember 2025. MSP tersebut menjadi kerangka payung kerja sama yang mencakup pengembangan kepemimpinan pendidikan, pendidikan dan pengembangan profesional guru, inovasi kurikulum dan asesmen, riset serta pemantauan dan evaluasi, hingga pertukaran pengetahuan dan pembangunan jejaring.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah merupakan investasi strategis jangka panjang bagi sistem pendidikan nasional.

“Penguatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah adalah investasi yang berdampak besar dan berjangka panjang. Guru dan pemimpin sekolah yang berkualitas merupakan kunci daya ungkit perbaikan pendidikan yang berkelanjutan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan terpisah, Kamis (06/02/2026).

Menurut Mu’ti, kolaborasi internasional ini mendorong pengembangan profesional pendidik yang terstruktur, berbasis bukti, dan responsif terhadap konteks lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat literasi dan numerasi peserta didik, meningkatkan kesejahteraan siswa, serta mendorong praktik pembelajaran mendalam di sekolah.

Dalam implementasinya, Kemendikdasmen dan Universitas Indonesia ditetapkan sebagai mitra strategis utama. McGill University juga berperan sebagai penghubung terbentuknya jejaring kolaborasi baru antara Universitas Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi di UEA, seperti United Arab Emirates University, University of Sharjah, Khalifa University, dan Zayed University. Jejaring ini ditujukan untuk memperkuat koneksi antarkomunitas akademik Indonesia dan Emirat, sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan praktik baik di bidang pendidikan dan riset.

Program kemitraan ini dirancang sebagai inisiatif lima tahun yang berfokus pada penguatan pendidikan guru dan kepemimpinan sekolah. Salah satu pilar utamanya adalah program International Leadership in Education and Administrative Development (ILEAD) di Faculty of Education McGill University. Sasaran program meliputi widyaiswara, guru dalam jabatan, kepala sekolah, serta administrator pendidikan agar memiliki perangkat kepemimpinan yang relevan di tingkat kelas, sekolah, maupun tata kelola pendidikan.

Selain sektor pendidikan, kolaborasi ini juga mendukung peningkatan kapasitas nasional di bidang strategis lain seperti kesehatan dan keberlanjutan. Bentuk dukungan yang disiapkan antara lain fellowship, pendidikan lanjutan bagi guru, hibah riset, inisiatif berbagi pengetahuan, serta program pengembangan kepemimpinan lintas sektor. McGill University juga membuka peluang bagi mahasiswa pascasarjana Indonesia untuk mengikuti pelatihan riset dan melaksanakan sebagian penelitian tesis di bawah supervisi profesor McGill.

“Kemitraan ini tidak hanya memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga membuka jalur pengembangan talenta lintas sektor yang relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia di masa depan,” tegas Abdul Mu’ti.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa MSP Kemendikdasmen-McGill berfungsi sebagai naskah payung kerja sama. Implementasi teknis ke depan akan dituangkan melalui satu atau beberapa perjanjian turunan antarunit terkait, yang akan mengatur tujuan dan keluaran program, pembagian peran, jadwal pelaksanaan, serta pengaturan keuangan dan administratif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index