Penyalur Air di Gaza Tewas, UNICEF Soroti Keamanan

Penyalur Air di Gaza Tewas, UNICEF Soroti Keamanan
Ilustrasi. Foto: Generate AI

NUSA AKSARA – UNICEF melaporkan dua pengemudi truk air yang dikontraknya tewas akibat tembakan pasukan Israel di Jalur Gaza.

Insiden ini terjadi saat distribusi air bersih berlangsung di tengah kondisi kemanusiaan yang masih rapuh.

Dilansir dari Russia Today, serangan tersebut terjadi pada Jumat pagi waktu setempat di titik pengisian air Mansoura, Gaza Utara.

Insiden di Titik Distribusi Air

UNICEF menyatakan bahwa serangan terjadi saat pengiriman air rutin untuk memasok kebutuhan warga di Kota Gaza. Selain dua korban tewas, dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

"UNICEF sangat marah atas pembunuhan terhadap dua pengemudi truk yang dikontrak untuk menyediakan air bersih bagi keluarga di Jalur Gaza," demikian pernyataan lembaga tersebut.

Lembaga itu menegaskan bahwa lokasi yang diserang merupakan satu-satunya titik operasional dalam jalur pasokan air Mekorot. Jalur ini disebut melayani ratusan ribu warga, termasuk anak-anak.

Operasi Dihentikan dan Permintaan Investigasi

Setelah insiden tersebut, UNICEF menghentikan sementara aktivitas di lokasi itu. Lembaga tersebut juga meminta pihak Israel untuk melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari otoritas Israel terkait laporan tersebut.

Situasi Gencatan Senjata

Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata antara Israel Defense Forces dan Hamas yang disepakati sejak Oktober 2025.

Kesepakatan tersebut bertujuan menghentikan konflik skala penuh selama dua tahun, meskipun pelanggaran masih terus dilaporkan oleh kedua pihak.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 750 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan. Sementara itu, Israel melaporkan empat tentaranya tewas akibat serangan Hamas.

Meningkatnya Kekhawatiran Kemanusiaan

Laporan terbaru juga menunjukkan bahwa korban sipil terus bertambah dalam beberapa pekan terakhir. Beberapa insiden penembakan dilaporkan menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak dan remaja.

Badan pertahanan sipil setempat menyebut setidaknya empat orang, termasuk seorang anak, tewas dalam serangan di berbagai lokasi. Sementara itu, 11 warga sipil lainnya dilaporkan meninggal pada awal pekan ini.

Di sisi lain, pejabat United Nations terus menyoroti meningkatnya jumlah korban dari kalangan pekerja kemanusiaan.

Kepala HAM PBB, Volker Turk, menyebut angka kematian jurnalis dan pekerja bantuan di Gaza sebagai sesuatu yang "belum pernah terjadi sebelumnya".

Situasi ini memperlihatkan bahwa risiko bagi pekerja kemanusiaan tetap tinggi, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan.

Di tengah meningkatnya korban dan memburuknya kondisi kemanusiaan, tekanan internasional terhadap Israel juga terus bertambah.

(Fitri Wulandari / CHY)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index