Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel
FOTO: ilustrasi generate AI.

NUSA AKSARA – Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengumumkan penangguhan perpanjangan perjanjian pertahanan dengan Israel di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Langkah ini menandai perubahan sikap dari pemerintah Italia yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Israel di Uni Eropa.

Dilansir dari Russia Today, keputusan tersebut diambil setelah meningkatnya kritik terhadap operasi militer Israel di Lebanon.

Penangguhan Perjanjian

Meloni menyampaikan bahwa pemerintahannya memutuskan untuk menangguhkan perpanjangan otomatis perjanjian tersebut. Ia menilai kondisi saat ini tidak memungkinkan kelanjutan kerja sama seperti sebelumnya.

"Ketika ada hal-hal yang tidak kita setujui, kita bertindak sesuai dengan itu," kata Meloni dalam pernyataannya di Verona.

Perjanjian yang pertama kali diratifikasi pada 2005 itu mencakup kerja sama luas di bidang pertahanan. Kerja sama tersebut meliputi pengadaan militer, pertukaran data teknis, hingga pelatihan personel.

Respons atas Konflik Lebanon

Keputusan ini juga dipengaruhi oleh situasi di Lebanon, di mana serangan udara Israel dilaporkan telah menewaskan ribuan orang sejak awal Maret.

Italia sebelumnya telah menyampaikan protes setelah pasukan Israel melepaskan tembakan peringatan ke arah konvoi penjaga perdamaian Italia di luar Beirut.

Meloni menyebut insiden tersebut sebagai tindakan yang "sama sekali tidak dapat diterima".

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, juga mengutuk serangan terhadap warga sipil di Lebanon. Ia bahkan memanggil Duta Besar Israel di Roma untuk meminta penjelasan.

Sebagai respons, Kementerian Luar Negeri Israel memanggil Duta Besar Italia. Situasi ini mencerminkan meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara.

Dinamika di Eropa

Langkah Italia terjadi di tengah perubahan sikap sejumlah negara Eropa terhadap Israel. Beberapa negara telah mengakui Palestina dan membatasi penjualan senjata ke Israel sejak 2023.

Tahun lalu, Spain membatalkan kontrak dengan produsen senjata Israel yang bernilai miliaran dolar.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, bahkan menyebut operasi Israel di Gaza sebagai genosida, meskipun klaim tersebut dibantah oleh Israel.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa negaranya tengah "membela Eropa" melalui operasi militernya terhadap Iran dan kelompok bersenjata pro-Palestina.

Ia juga menuding negara-negara Eropa menunjukkan "kelemahan moral yang mendalam" karena tidak memberikan dukungan penuh kepada Israel.

Keputusan Italia ini memperlihatkan adanya pergeseran posisi di Eropa terhadap konflik di Timur Tengah, sekaligus menambah tekanan diplomatik terhadap Israel di tengah situasi yang terus berkembang.

(Fitri Wulandari/CHY)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index