Pramono Genjot Peran Posyandu, Targetkan Penurunan Stunting dan TBC di Jakarta

Pramono Genjot Peran Posyandu, Targetkan Penurunan Stunting dan TBC di Jakarta
Foto: jakarta.go.id

NUSA AKSARA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mempercepat penurunan angka stunting dan tuberkulosis (TBC). Upaya tersebut diperkuat melalui pelantikan Ketua Tim Pembina Posyandu Tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten serta pengukuhan Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2025–2030.

Pelantikan berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (3/3/0/26), sebagai langkah strategis memperkuat layanan dasar di sektor kesehatan yang menjadi prioritas pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Pramono menekankan peran vital Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Posyandu mempunyai tugas yang sangat mulia. Kami ingin Posyandu ikut berperan aktif dalam penanganan stunting, TBC, dan persoalan kesehatan lainnya. Ini harus kita kerjakan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan Posyandu,” tegasnya dikutip dari laman resmi Pemprov DKI, jakarta.go.id.

Fokus Layanan Dasar dan Standar Pelayanan Minimal

Pramono menyebut pelantikan ini merupakan amanah sekaligus kepercayaan besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Selama hampir satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur, pembangunan sektor dasar menjadi prioritas utama.

Ia menyinggung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat.

Menurutnya, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi fokus utama Pemprov DKI Jakarta. Berbagai program seperti KJP, KJMU, pemutihan ijazah, hingga penguatan layanan kesehatan melalui Pasukan Putih akan terus dilanjutkan dan disempurnakan.

“Untuk TBC, saya berharap tahun depan peringkat Jakarta bisa jauh lebih baik. Begitu pula dengan stunting, harus ada kerja lapangan yang konkret dan Posyandu harus terlibat aktif di dalamnya,” ujarnya.

Posyandu Jadi Pusat Pembelajaran Keluarga Sehat

Sementara itu, Ketua TP Posyandu DKI Jakarta, Hani Pramono, menegaskan Posyandu merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Perannya tidak hanya memastikan ibu hamil mendapatkan layanan memadai dan balita tumbuh sehat, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan secara berkelanjutan kepada keluarga.

“Ke depan, Posyandu tidak hanya hadir sebagai tempat pelayanan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran keluarga sehat, pusat pemantauan tumbuh kembang anak, dan pusat gerakan hidup sehat masyarakat perkotaan,” jelasnya.

Hani mengajak seluruh Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2025–2030 untuk menyatukan visi, menjaga kekompakan, serta meningkatkan kapasitas dan profesionalitas kader.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar pelayanan Posyandu semakin berkualitas dan merata di seluruh wilayah Jakarta.

Komitmen Wujudkan Jakarta Lebih Sehat

Pemprov DKI Jakarta menegaskan, penguatan Posyandu menjadi salah satu strategi kunci dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh warga Jakarta memperoleh layanan kesehatan yang sehat, merata, dan berkualitas.

“Semua warga Jakarta harus mendapatkan pelayanan yang sehat dan berkualitas. Itu menjadi dasar utama bagaimana kita membangun Jakarta ke depan,” pungkas Pramono.

(CHY/CTA)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index