NUSA AKSARA – Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
Fokus utama meliputi pengelolaan sampah, penataan lingkungan, hingga pengembangan kawasan perkotaan yang lebih berkelanjutan.
Kampus Diminta Turun Langsung
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden menanyakan progres keterlibatan kampus dalam membantu daerah melalui riset dan keahlian akademik.
“Bapak Presiden meminta kami melihat sejauh mana dosen dan program studi dapat membantu pemerintah daerah,” ujarnya.
Kolaborasi Kampus dan Pemda
Presiden menekankan pentingnya kolaborasi nyata antara kampus dan pemerintah daerah.
Bidang yang menjadi prioritas antara lain: Teknik lingkungan untuk pengelolaan sampah, Arsitektur untuk penataan kota dan ruang publik, dan teknik mesin untuk solusi teknologi pengolahan limbah.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret berbasis ilmu pengetahuan.
Kampus Jadi “Asisten” Kepala Daerah
Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan mengonsolidasikan perguruan tinggi untuk membentuk tim ahli di setiap daerah.
Tim ini akan berperan sebagai mitra strategis atau “asisten” bagi kepala daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
Program Kampus Berdampak
Inisiatif ini sejalan dengan program “Kemdiktisaintek Berdampak”, yang mendorong kegiatan pendidikan dan riset agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Presiden juga meminta agar implementasi program ini disusun secara lebih terstruktur agar seluruh kampus dapat berkontribusi optimal.
Dari Teori ke Solusi Nyata
Langkah ini menandai perubahan paradigma peran perguruan tinggi—tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor solusi bagi persoalan daerah.
Dengan keterlibatan langsung kampus, diharapkan pembangunan daerah menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan berbasis keilmuan.
(CHY)