NUSA AKSARA – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Puskesmas Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari agenda Presiden melihat kondisi pelayanan dasar di wilayah terdepan Indonesia, termasuk fasilitas kesehatan yang melayani masyarakat di pulau paling utara Nusantara.
Setibanya di lokasi, Presiden langsung berkeliling meninjau sejumlah fasilitas kesehatan. Mulai dari ruang rawat inap, ruang pemeriksaan, hingga fasilitas penunjang lainnya yang digunakan warga sehari-hari.
Di sela kunjungan, Presiden juga menyempatkan diri menyapa seorang ibu hamil yang tengah menjalani pemeriksaan kesehatan. Momen tersebut memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap akses layanan kesehatan masyarakat di daerah perbatasan yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.
Tenaga Kesehatan Sampaikan Kebutuhan Puskesmas
Kepala Puskesmas Miangas, dr. Cefrilia Pesik, mengatakan kunjungan Presiden menjadi kesempatan penting bagi tenaga kesehatan untuk menyampaikan langsung kondisi di lapangan.
Menurutnya, sejumlah kebutuhan fasilitas dan pelayanan kesehatan di Miangas sudah disampaikan kepada Presiden maupun Menteri Kesehatan.
“Ada beberapa hal yang sudah didengar langsung oleh Bapak Presiden terkait kondisi puskesmas dan kebutuhan kami di sini. Mudah-mudahan bisa segera mendapat perhatian,” ujar dr. Cefrilia.
Ia juga menyebut respons Presiden terhadap berbagai masukan berlangsung positif.
“Sudah didengar dan langsung dicatat dalam agenda beliau,” katanya.
Tantangan Darurat Medis di Wilayah Perbatasan
Sementara itu, perawat senior Puskesmas Miangas, Albert Nusa, mengungkapkan tantangan terbesar pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan terluar adalah keterbatasan akses rujukan pasien darurat.
Menurut Albert, pasien dengan kondisi gawat sering kali harus ditangani langsung di Miangas karena transportasi menuju rumah sakit rujukan tidak selalu tersedia setiap hari.
“Kalau ada pasien darurat yang membutuhkan tindakan rumah sakit, itu jadi kendala besar. Kapal hanya datang seminggu sekali, sementara kondisi pasien kadang tidak bisa menunggu,” ujarnya.
Selain kebutuhan ambulans untuk rujukan medis, tenaga kesehatan di Miangas juga membutuhkan tambahan fasilitas pendukung seperti penyimpanan vaksin dan penguatan sarana kesehatan lainnya.
Meski bekerja dalam keterbatasan, Albert menegaskan para tenaga kesehatan tetap berkomitmen melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan.
“Sering pasien datang tengah malam dalam kondisi darurat. Kami tetap melayani dengan tulus karena itu tanggung jawab kami sebagai tenaga kesehatan,” tuturnya.
Simbol Kehadiran Negara di Wilayah Terluar
Kunjungan Presiden Prabowo ke Miangas tidak sekadar menjadi agenda peninjauan biasa. Kehadiran kepala negara di pulau terluar Indonesia itu membawa pesan bahwa layanan dasar, terutama kesehatan, harus dapat dirasakan secara merata hingga ke wilayah perbatasan.
Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas, perhatian terhadap daerah seperti Miangas menjadi pengingat bahwa akses layanan kesehatan yang layak masih menjadi pekerjaan besar yang harus dijangkau hingga ke ujung negeri.
(CHY)