BYD Atto 1 Generasi Kedua Pakai Penggerak RWD, Tenaga Naik Jadi 127 HP

BYD Atto 1 Generasi Kedua Pakai Penggerak RWD, Tenaga Naik Jadi 127 HP
BYD Atto 1 generasi kedua resmi diperkenalkan di China dengan penggerak beralih ke roda belakang.

NUSAAKSARA.COM — BYD Atto 1 generasi kedua resmi diperkenalkan di China dengan perubahan besar pada sistem penggerak, dari front-wheel drive menjadi rear-wheel drive. Motor listrik yang sebelumnya di depan kini dipindahkan ke poros roda belakang, menaikkan tenaga dari 55 kW menjadi 95 kW atau setara 127 hp. Data ini muncul dalam dokumen pengajuan ke Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT).

BYD Seagull, yang di Indonesia dipasarkan sebagai Atto 1, memasuki generasi kedua lewat sejumlah ubahan teknis mendasar. Selain perpindahan motor ke roda belakang, muncul pula sketsa eksterior dan foto sesi pemotretan promosi yang memperlihatkan sosok mobil lima penumpang ini. Dokumen regulasi MIIT menjadi sumber utama spesifikasi yang beredar sejauh ini.

Motor 95 kW dan Kecepatan Maksimum 150 Km/Jam

Data MIIT mengidentifikasi motor listrik berkode TZ164XYB yang diproduksi Zhengzhou BYD Auto Co., Ltd. Tenaganya tercatat 95 kW atau 127 hp, naik signifikan dari 55 kW pada generasi pertama. Dengan tenaga baru itu, kecepatan maksimum Atto 1 generasi kedua tercatat mencapai 150 kilometer per jam.

Pemindahan unit penggerak ke poros roda belakang membuat mobil lebih responsif saat berakselerasi. Perubahan ini juga membebaskan ruang di kompartemen depan untuk dijadikan bagasi depan atau frunk.

Suspensi Multi-Link dan Ban Lebih Lebar

Perombakan tidak berhenti di sistem penggerak. Suspensi belakang torsion beam pada model sebelumnya digantikan sistem suspensi independen multi-link. Ban yang dipakai juga lebih lebar, yakni 205/60 R16 pada pelek alloy 16 inci dengan desain empat palang ganda.

Sebagai perbandingan, model sebelumnya memakai ban berukuran 165 mm dan 175 mm. Kombinasi suspensi baru dan ban lebih lebar biasanya berpengaruh pada stabilitas dan kenyamanan berkendara.

Bagasi Depan, Fitur Langka di Segmen Mobil Listrik Murah

Ruang kompartemen depan yang kini kosong dimanfaatkan sebagai bagasi depan. Fitur ini masih tergolong tidak umum pada mobil listrik kecil di China dengan harga di bawah 100.000 yuan atau sekitar Rp250 jutaan. BYD belum mengumumkan kapasitas resmi kompartemen tersebut.

Di Indonesia, Atto 1 dijual mulai dari Rp199 juta untuk tipe terendahnya. Belum diketahui apakah generasi kedua ini akan masuk ke pasar Indonesia.

Kabin Tanpa Panel Instrumen Tradisional

Sketsa kabin yang sebelumnya beredar menunjukkan Atto 1 generasi kedua tidak lagi memakai panel instrumen tradisional. Setir multifungsi palang dua dengan bagian bawah datar dipadukan layar sentuh tengah berdesain mengambang.

Konsol tengah didesain ulang dengan tombol fisik model toggle di bawah ventilasi AC, pengisi daya ponsel nirkabel, serta dua tempat gelas yang disusun vertikal. Perubahan pada sasis dan perangkat kabin turut tercatat dalam dokumen yang beredar.

Gagang Pintu Semi-Tersembunyi dan Opsi LiDAR

Pada bagian eksterior, gagang pintu mekanis semi-tersembunyi menggantikan model pop-out yang rata dengan bodi. Bagian belakang menampilkan lampu belakang terpisah di bawah spoiler atap berukuran besar serta diffuser bawah yang terintegrasi.

BYD juga menyediakan perangkat LiDAR di atap sebagai opsi. Perangkat itu mendukung sistem bantuan berkendara Level 2 DiPilot 300 (God's Eye B) milik BYD.

Blade Battery Generasi Kedua Masih Spekulasi

Foto terbaru dari sesi pemotretan promosi memunculkan spekulasi bahwa varian spesifikasi lebih tinggi dapat mendukung Blade Battery generasi kedua dan teknologi Flash Charging. Sampai sekarang, BYD belum mengumumkan besaran daya maupun waktu pengisian dayanya.

Harga resmi dan waktu peluncuran Atto 1 generasi kedua juga belum diumumkan. Begitu pula soal kemungkinan model ini masuk ke pasar Indonesia, yang masih menunggu kepastian dari BYD.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index