NUSAAKSARA.COM — Ratusan warga Kecamatan Tallo, Makassar, menyerang personel kepolisian dengan batu, petasan, dan anak panah pada Minggu (27/9) malam. Penyerangan dipicu isu yang beredar setelah seorang pemuda bernama Rafli tewas diduga tertembak senjata api saat polisi mengamankan tawuran. Polisi membalas dengan gas air mata untuk membubarkan massa.
Ratusan warga menyerang personel Sabhara Polrestabes Makassar yang tengah mengamankan wilayah Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (27/9) malam. Bentrokan terjadi sekitar pukul 20.30 WITA, dipicu isu yang berkembang di tengah warga terkait aksi tawuran sebelumnya.
Peristiwa bermula saat warga mengantar jenazah Rafli, pemuda yang tewas diduga tertembak senjata api ketika polisi membubarkan tawuran antarkelompok. Setelah prosesi pengantaran jenazah, sebagian warga terlibat keributan dengan personel yang berjaga di lokasi.
Isu Provokasi di Balik Penyerangan
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyatakan bentrokan dipicu isu yang beredar di tengah warga. Sebagian warga mengira kelompok dari wilayah lain sebagai pihak yang melakukan penyerangan.
"Jadi, yang dari tadi habis ada sebenarnya ada mengantarkan jenazah, ya. Setelah itu, yang mengantarkan ini terus ribut dengan warga," kata Arya di lokasi, Minggu malam.
Arya memastikan bentrokan tidak berkaitan dengan peristiwa tewasnya Rafli. Situasi memanas akibat provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Selalu ada isu-isu demikian dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka percaya dengan isu itu, padahal sebenarnya mungkin tidak ada," jelasnya.
Gas Air Mata dan Tiga Anak Diamankan
Warga melempar batu, petasan, dan anak panah ke arah petugas. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Arya menyatakan tidak ada korban dalam bentrokan tersebut.
"Untuk saat ini tidak ada korban, alhamdulillah. Tidak ada juga rumah-rumah yang terbakar atau terkena imbas. Memang ada lemparan batu, petasan, serta panah busur, tapi alhamdulillah situasi sekarang sudah bisa dikendalikan," ungkapnya.
Dalam aksi itu, polisi mengamankan tiga anak yang diduga melakukan pelemparan. Ketiganya dikembalikan kepada orang tua masing-masing karena tidak ditemukan unsur pidana maupun laporan terkait kejadian tersebut.
"Ada kita amankan yang melakukan pelemparan-pelemparan. Tetapi karena memang tidak ada pidana dan tidak ada laporan, sehingga kami kembalikan ke orang tuanya lagi. Tiga orang anak-anak tadi," katanya.
Mitigasi dan Penjagaan Susulan
Polrestabes Makassar menambah personel di kedua wilayah untuk mencegah bentrokan meluas. Petugas berkoordinasi dengan RT, RW, camat, dan lurah untuk mencari akar persoalan sekaligus meredam ketegangan warga.
Situasi mereda setelah pasukan gabungan Polrestabes Makassar bersama Polda Sulsel membubarkan penyerangan sekitar pukul 23.30 WITA. Personel masih berjaga di lokasi untuk mencegah bentrokan susulan.
Hingga malam usai bentrokan, belum ada laporan resmi mengenai penyebab pasti tewasnya Rafli. Polisi menyatakan peristiwa penembakan yang menewaskan pemuda tersebut masih dalam penanganan.