Buldoser Israel Cabut Ratusan Pohon Zaitun Warga Palestina Jelang Panen

Buldoser Israel Cabut Ratusan Pohon Zaitun Warga Palestina Jelang Panen
Buldoser militer Israel meratakan pohon zaitun milik warga Palestina di Desa Deir Nidham, Tepi Barat.

NUSAAKSARA.COM — Buldoser militer Israel meratakan deretan pohon zaitun milik warga Palestina di Desa Deir Nidham, dekat Ramallah, Tepi Barat, hanya beberapa pekan sebelum musim panen tahunan dimulai. Aksi penggusuran yang berlangsung sejak Senin hingga Selasa itu menghancurkan kebun milik keluarga Abd Alfattah Tamimi dan tetangganya, menurut laporan kantor berita Reuters dan Wafa.

Pemilik lahan, Abd Alfattah Tamimi, mengatakan tentara Israel menghancurkan pohon zaitun yang ditanam di tanah keluarganya maupun lahan tetangganya. "Mereka tidak peduli pada siapa pun, tetapi Tuhan ada di atas, dan kami tetap bertahan di sini dengan jiwa kami," kata Tamimi kepada Reuters.

"Mereka mencabut, dan kami akan menanam lagi dengan pertolongan Tuhan," ujarnya menambahkan.

Panen yang Seharusnya Dimulai Oktober

Petani lain, Nather Tamimi, menilai waktu penggusuran sengaja dipilih untuk menimbulkan kerugian sebesar-besarnya bagi warga. Musim panen zaitun di kawasan itu biasanya baru dimulai pada Oktober.

Nather menyebut keluarganya biasa memproduksi sekitar 120 drum minyak zaitun dari lahan tersebut setiap tahun. Ia juga mengatakan tentara Israel "mencabut semua jenis pohon bahkan dari sela-sela rumah".

Militer Israel menyatakan sedang memeriksa permintaan tanggapan dari Reuters, tetapi belum memberikan jawaban hingga Rabu malam. Dalam kasus serupa sebelumnya, Israel beralasan lahan perlu dibersihkan dari pohon zaitun untuk mencegah ancaman keamanan atau penyergapan terhadap tentara.

Kelompok HAM Palestina: Penghancuran Sumber Penghidupan

Kelompok hak asasi manusia Palestina menolak alasan militer Israel. Mereka menilai penghancuran kebun zaitun secara nyata merampas pendapatan petani dari penjualan zaitun dan minyak zaitun. Pohon zaitun sendiri dipandang warga Palestina sebagai simbol keterikatan mereka dengan tanah.

Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Otoritas Palestina mencatat serangan Israel terhadap lahan pertanian sepanjang Agustus berdampak pada 21.508 pohon, termasuk 19.375 pohon zaitun di dalamnya.

Produksi Minyak Zaitun dan Kebutuhan Lokal

Komisi yang sama memperkirakan produksi zaitun tahun ini mencapai 21.000 ton. Sementara kebutuhan lokal berada di kisaran 15.000 ton, sehingga surplus biasanya menjadi sumber penghasilan tambahan bagi petani.

Penggusuran di Deir Nidham menambah daftar panjang tekanan terhadap lahan pertanian Palestina di Tepi Barat. Warga di desa itu menyatakan akan kembali menanam, meski kehilangan musim panen tahun ini nyaris tidak bisa dihindari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index