IHSG Dibuka Naik 0,34% ke 6.057, Hang Seng Jadi Satu-satunya Bursa Asia yang Melemah

IHSG Dibuka Naik 0,34% ke 6.057, Hang Seng Jadi Satu-satunya Bursa Asia yang Melemah
IHSG dibuka menguat 0,34% ke level 6.057,62 pada perdagangan awal pekan.

NUSAAKSARA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan di level 6.057,62, naik 0,34% atau 20,74 poin dari posisi sebelumnya. Kenaikan terjadi saat mayoritas bursa Asia bergerak positif, kecuali Hang Seng Index yang melemah 0,61%. Sebanyak 393 saham menguat berbanding 179 saham yang melemah, menandakan tekanan beli masih mendominasi meski volume transaksi baru mencapai 6,97 miliar saham.

Berdasarkan data RTI, IHSG bergerak di rentang 6.050,44 hingga 6.085,45 pada pembukaan perdagangan Senin (5/10/2026). Nilai transaksi tercatat Rp 1,10 triliun dengan frekuensi 214.947 kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 184 saham stagnan di posisi masing-masing.

Hang Seng Tertekan, Nikkei dan Shanghai Kompak Menguat

Di kawasan Asia, pergerakan bursa terbelah. Hang Seng Index menjadi satu-satunya indeks yang berada di zona merah dengan pelemahan 0,61%. Dua bursa utama lain justru menguat: Nikkei naik 2,57% dan Shanghai Composite Index menguat 0,31%.

Kenaikan Nikkei yang mencapai lebih dari 2% menjadi yang paling menonjol di antara bursa Asia pagi ini. Sementara itu, pelemahan Hang Seng membuat Hong Kong menjadi pasar yang paling tertekan di kawasan.

Rincian Pergerakan IHSG di Awal Sesi

Berikut data perdagangan IHSG pada pembukaan perdagangan:

  • Level IHSG: 6.057,62 (+0,34% atau +20,74 poin)
  • Level pembukaan: 6.055,16
  • Level tertinggi: 6.085,45
  • Level terendah: 6.050,44
  • Volume transaksi: 6,97 miliar saham
  • Nilai transaksi: Rp 1,10 triliun
  • Frekuensi transaksi: 214.947 kali
  • Saham menguat: 393
  • Saham melemah: 179
  • Saham stagnan: 184

Mayoritas Saham Menguat, Tekanan Beli Masih Terjaga

Rasio saham menguat terhadap saham melemah berada di angka 393 berbanding 179, atau lebih dari dua kali lipat. Kondisi ini menunjukkan tekanan beli masih cukup kuat di awal sesi, meski nilai transaksi yang baru menembus Rp 1,10 triliun mengindikasikan pelaku pasar masih menunggu momentum lebih lanjut.

Dengan level tertinggi sempat menyentuh 6.085,45, IHSG sempat berpotensi mendekati area resistensi sebelum akhirnya bergerak di sekitar level 6.057. Rentang pergerakan harian sejauh ini terbatas di kisaran 35 poin.

Yang Perlu Dicermati Investor Sesi Ini

Pergerakan IHSG pagi ini masih dipengaruhi sentimen regional. Penguatan Nikkei yang signifikan bisa menjadi katalis positif lanjutan bagi pasar saham Indonesia, terutama jika berlanjut hingga sesi siang. Sebaliknya, pelemahan Hang Seng perlu dicermati karena Hong Kong kerap menjadi barometer arus modal asing di kawasan Asia Tenggara.

Investor dapat memantau perkembangan volume transaksi pada sesi berikutnya. Jika nilai transaksi meningkat signifikan dari Rp 1,10 triliun, kenaikan IHSG berpotensi berlanjut ke level yang lebih tinggi. Namun, jika volume justru menipis, penguatan pagi ini berisiko terkoreksi sebelum penutupan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index