NUSAAKSARA.COM — Harga bahan bakar minyak di SPBU Pertamina, Shell, dan bp tidak mengalami penyesuaian per 5 Oktober 2026. Sejumlah produk subsidi maupun nonsubsidi bertahan di level yang sama sejak September 2026, meski harga minyak dunia bergerak fluktuatif.
Keputusan menahan harga itu diambil di tengah gejolak harga minyak mentah dunia yang terus berubah. Artinya, fluktuasi pasar global belum diteruskan ke harga jual di tingkat konsumen.
Rincian Harga BBM Pertamina
Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter. Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter. Kedua bahan bakar bersubsidi itu tidak mengalami pergeseran harga sejak September 2026.
Untuk produk nonsubsidi, Pertamax dipatok Rp15.950 per liter, Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, dan Pertamax Green Rp19.150 per liter. Sementara Dexlite bertahan di Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter.
Shell dan bp Ikut Stabil
SPBU Shell juga menahan harga produk dieselnya. V-Power Diesel tetap Rp25.420 per liter, sama seperti posisi 1 September 2026.
SPBU bp bergerak seirama. BP Ultimate dijual Rp19.330 per liter, BP 92 Rp16.130 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp25.420 per liter. Ketiganya tidak berubah sejak awal September.
Mengapa Harga Tidak Bergerak
Stabilitas harga di tiga operator SPBU menunjukkan belum ada tekanan yang cukup kuat untuk mengerek harga jual. Padahal, harga minyak dunia biasanya jadi acuan utama penyesuaian BBM nonsubsidi.
Bagi konsumen, kondisi ini berarti biaya bahan bakar kendaraan tidak bertambah dalam sebulan terakhir. Pengguna Pertalite dan Solar subsidi paling diuntungkan karena harganya sudah lama tidak naik.
Pemerintah dan Pertamina belum memberi sinyal kapan penyesuaian harga berikutnya akan dilakukan. Pemantauan harga BBM akan terus jadi acuan, terutama jika harga minyak dunia bergerak lebih tajam.