NUSAAKSARA.COM — BYD Racco, kei car listrik yang dikembangkan untuk pasar Jepang, mulai dipasarkan ke sejumlah negara setir kanan di luar Jepang. Macau sudah membuka pemesanan, sementara Sri Lanka menjadi lokasi peluncurannya pada 9 Oktober. BYD Indonesia belum memastikan kapan Racco masuk Tanah Air dan masih mempelajari respons pasar lewat komunikasi langsung dengan calon konsumen.
Langkah ekspansi BYD Racco ke pasar setir kanan disampaikan langsung oleh pabrikan asal Tiongkok tersebut. Mobil ini diposisikan sebagai penantang kei car yang sudah lebih dulu menguasai jalanan Jepang, dan kini menyasar negara-negara dengan konfigurasi kemudi di kanan.
Di Macau, Racco sudah membuka pemesanan. Sementara di Sri Lanka, peluncurannya dijadwalkan berlangsung pada 9 Oktober. Dua negara itu menjadi pintu masuk pertama BYD untuk menguji penerimaan Racco di luar Jepang.
BYD Indonesia Pamer Racco di Media Sosial, Masih Tahap Identifikasi Market
BYD Indonesia ikut menyorot kehadiran Racco melalui akun media sosial resminya. Head of PR & Government BYD Indonesia Luther Panjaitan mengaku pihaknya belum memutuskan apakah model ini akan dijual di Tanah Air.
"Ya kita masih tahap mencoba mengidentifikasi, mempelajari market-nya. Karena sebetulnya kan tipe kendaraan ini (Racco) tuh favoritnya di negara lain. Jadi melalui koneksi komunikasi langsung dengan pemilik melalui sosial media, kita mau tahu feedback dari market bagaimana," kata Luther di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Pendekatan yang dipakai BYD Indonesia berbeda dari model-model sebelumnya. Alih-alih langsung membuka pemesanan, mereka lebih dulu mengukur minat lewat kanal digital dan respons pemilik kendaraan listrik yang sudah ada.
Racco Terpesan 1.002 Unit dalam Dua Pekan di Jepang
Di negara asalnya, Racco sudah dipasarkan sejak Juli 2026. Kendaraan ini langsung mencatat 1.002 unit pemesanan hanya dalam dua pekan pertama. BYD menargetkan total 10 ribu pemesanan hingga akhir 2026 untuk model tersebut.
Angka itu menunjukkan minat pasar Jepang terhadap kei car listrik cukup tinggi. Racco memang dirancang untuk bersaing langsung di segmen yang selama ini dikuasai merek lokal Jepang.
Dimensi Ringkas, Bagasi 280 Liter, Empat Penumpang
Dari sisi ukuran, Racco memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm. Wheelbase-nya 2.520 mm. Mobil ini mampu membawa empat penumpang dengan bagasi berkapasitas 280 liter.
Dimensi ringkas itu jadi ciri khas kei car. Cocok untuk mobilitas perkotaan dengan jalan sempit dan lahan parkir terbatas, termasuk di kota-kota besar Indonesia.
Dua Pilihan Baterai LFP, Jarak Tempuh 210–320 Km
BYD menyediakan dua pilihan baterai LFP berkapasitas 22,4 kWh dan 35,84 kWh. Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 47 kW atau sekitar 63 hp dengan torsi 160 Nm.
- Varian baterai 22,4 kWh — jarak tempuh hingga 210 km, DC charging maksimal 35,8 kW dengan konektor CHAdeMO
- Varian baterai 35,84 kWh — jarak tempuh hingga 320 km, DC charging maksimal 49,7 kW
Kombinasi kapasitas baterai dan tenaga itu menempatkan Racco di kelas kendaraan listrik perkotaan. Bukan untuk perjalanan jauh, tapi cukup untuk pemakaian harian dalam kota.
Peluang Masuk Indonesia Belum Jelas
Sinyal dari BYD Indonesia masih sebatas penjajakan. Luther tidak menyebut target waktu peluncuran, harga, atau varian yang mungkin dibawa ke pasar lokal. Semua masih bergantung pada hasil riset pasar yang sedang berjalan.
Jika Racco benar masuk Indonesia, model ini akan bersaing di segmen kendaraan listrik murah yang mulai ramai. Sejumlah merek sudah lebih dulu menawarkan mobil listrik kompak dengan harga kompetitif, sehingga keputusan BYD kemungkinan menunggu gambaran harga dan permintaan yang lebih pasti.