NUSAAKSARA.COM — Ray Panthaki resmi menandai debut penyutradaraannya lewat film "In Starland" yang akan tayang perdana di Tallinn Black Nights Film Festival ke-30. Film ini diperkuat Clarence Maclin, bintang "Sing Sing", dan masuk dalam jajaran kompetisi fitur pertama festival tersebut. Killer Films juga bergabung sebagai rumah produksi dengan Christine Vachon dan Mason Plotts di tim produser.
Kabar ini melengkapi perjalanan panjang "In Starland" yang digarap di luar sistem studio tradisional. Proyek ini menempatkan Panthaki tidak hanya sebagai sutradara, tetapi juga penulis naskah bersama Jason Kavan, sekaligus produser bersama sejumlah mitra.
Sinopsis "In Starland": Pria 50 Tahun dan Invasi Influencer
"In Starland" digambarkan sebagai drama coming-of-middle-age. Clarence Maclin memerankan Ernie, seorang pria penyendiri berusia 50 tahun yang hidup tenang di kota kecil.
Ketenangan Ernie terusik ketika sekelompok influencer muda datang ke kotanya. Mereka menyeret Ernie ke dunia yang serba terhubung dan penuh kekacauan, memaksanya berhadapan dengan pertanyaan soal rasa memiliki, identitas, dan hidup yang selama ini ia jalani.
Selain Maclin, film ini diperkuat sederet nama seperti Miss Benny, Bella Maclean, Colin Buckingham, Leesie Pinto, Tai'mua, Kang Frvr, Mollee Gray, Gallant, Maxwell Cunningham, Marcus Scribner, dan Ben Dickey.
Digarap 20 Hari di Mississippi Tanpa Jaring Pengaman
Produksi "In Starland" berjalan independen di Mississippi selama 20 hari. Panthaki bersama para produser membangun film ini dari nol, jauh dari infrastruktur studio besar.
Langkah itu membuahkan hasil ketika "In Starland" terpilih sebagai bagian dari program GREAT 8 milik BFI dan British Council di Cannes tahun ini. Program tersebut menampilkan delapan film fitur baru Inggris dari sineas debutan dan karier awal kepada pembeli internasional serta programmer festival.
"Film ini independen dalam arti yang paling sesungguhnya. Kami mengambil sesuatu yang sudah dianggap independen dan melepas bahkan infrastrukturnya. Tidak ada jaring pengaman, hanya sekelompok orang yang percaya film ini harus ada dan terus mencari cara mewujudkannya," kata Panthaki.
Ia menambahkan, kepercayaan itu membawa seluruh tim hingga ke titik ini. Panthaki menyebut undangan tayang perdana di Tallinn sekaligus menutup kompetisi fitur pertama sebagai kehormatan besar.
Killer Films dan Deretan Produser di Balik Layar
Killer Films menjadi nama terbaru yang bergabung dalam proyek ini. Christine Vachon dan Mason Plotts masuk sebagai produser eksekutif, memperkuat posisi "In Starland" di lingkaran film independen.
Dari sisi produksi, Panthaki dan Daniel Khalili memproduseri untuk Le Bateau Lavoir. Daisy Allsop memproduseri untuk Archface Films, bersama Victor Paul Wajnberg. Kolaborasi ini menegaskan model produksi yang dibangun kolektif, bukan bergantung pada satu rumah produksi besar.
Tallinn Jadi Panggung Dunia Pertama
Tallinn Black Nights Film Festival ke-30 memilih "In Starland" sebagai penutup kompetisi fitur pertama. Posisi itu memberi panggung internasional bagi film yang seluruh prosesnya dibangun di luar arus utama.
Bagi Panthaki, yang lebih dikenal sebagai aktor asal Inggris, debut ini menjadi titik balik peran di balik kamera. Ia tidak hanya mengarahkan, tetapi juga menulis dan memproduseri filmnya sendiri.
Perjalanan "In Starland" dari Cannes hingga Tallinn menunjukkan bahwa film independen dengan pendanaan terbatas masih bisa menembus festival kelas dunia. Keputusan Killer Films bergabung memperkuat sinyal bahwa proyek ini layak diperhitungkan di pasar festival internasional.