Kapal Kontainer Singapura Tenggelam Usai Tabrak Ranjau di Selat Hormuz

Kapal Kontainer Singapura Tenggelam Usai Tabrak Ranjau di Selat Hormuz
Kapal kontainer berbendera Singapura GFS Pride tenggelam di Selat Hormuz setelah menabrak ranjau.

NUSAAKSARA.COM — Sebuah kapal kontainer berbendera Singapura, GFS Pride, tenggelam di Selat Hormuz setelah menabrak ranjau. Seluruh 21 awak kapal berhasil diselamatkan, menurut Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura. Insiden ini menambah daftar panjang serangan terhadap kapal di kawasan tersebut, dengan lebih dari 20 tanker minyak dan kapal lain diserang sepanjang bulan ini.

Kapal GFS Pride terbakar sebelum akhirnya tenggelam. Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap mengepul dari kapal yang miring serta puluhan kontainer mengapung di permukaan laut. Insiden terjadi di tengah mandeknya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.

GFS Giselle Juga Diserang pada Hari yang Sama

Kapal kedua yang terdaftar di Singapura, GFS Giselle, juga diserang pada hari yang sama. Serangan itu menyebabkan kerusakan pada lambung kapal. GFS Giselle berhasil meninggalkan lokasi dengan tenaga sendiri. Tidak ada awak yang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Lebih dari 20 Kapal Diserang Sepanjang Bulan Ini

Gelombang serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz telah berlangsung sepanjang bulan ini. Lebih dari 20 kapal tanker minyak dan kapal lainnya telah diserang. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilintasi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Menurut keterangan IRGC, GFS Pride tenggelam ketika melintasi rute tidak resmi dan berbahaya. Kapal tersebut mengangkut lebih dari 2.500 kontainer saat insiden terjadi.

Perundingan AS-Iran Mandek di Tengah Eskalasi

Insiden tenggelamnya GFS Pride terjadi di tengah mandeknya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan di kawasan Teluk terus meningkat seiring serangan yang terus berlanjut terhadap kapal-kapal dagang.

Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura mengonfirmasi evakuasi seluruh awak GFS Pride. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Singapura terkait serangan terhadap dua kapalnya.

Jalur Pelayaran Strategis yang Berisiko

Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Jalur ini menjadi salah satu choke point terpenting bagi perdagangan energi global. Setiap gangguan di selat tersebut berpotensi mengerek harga minyak dunia dan biaya pengiriman.

Serangan terhadap kapal-kapal dagang di kawasan itu menimbulkan kekhawatiran baru bagi operator pelayaran internasional. Sejumlah perusahaan pelayaran dilaporkan mulai mengevaluasi rute dan meningkatkan prosedur keamanan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index