Pentagon Siapkan MOAB 9.800 Kg untuk Serangan ke Iran

Pentagon Siapkan MOAB 9.800 Kg untuk Serangan ke Iran
Pentagon menyusun rencana penggunaan bom GBU-43/B MOAB berbobot 9.800 kilogram terhadap Iran menurut laporan CNN.

NUSAAKSARA.COM — Pentagon tengah menyusun rencana menjatuhkan bom konvensional terbesar dalam arsenal Amerika Serikat ke Iran, menurut laporan CNN yang mengutip sumber pemerintahan Presiden Donald Trump. Bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast itu berbobot sekitar 9.800 kilogram dan jika disetujui akan menjadi penggunaan tempur keduanya setelah Afghanistan pada 2017. Sejumlah sumber mengindikasikan bom berjuluk "Ibu dari Segala Bom" itu dapat dijatuhkan menjelang pemilu sela AS pada awal November.

Rencana penggunaan MOAB di Iran terungkap dari laporan CNN yang mengutip sejumlah sumber di pemerintahan Trump. Menurut laporan itu, operasi semacam ini terutama akan berfungsi sebagai bentuk perang psikologis terhadap pasukan Iran. Serangan juga berpotensi meningkatkan dukungan publik di dalam negeri bagi pemerintahan Trump.

Sumber-sumber pemerintah tidak merinci target MOAB jika benar-benar dijatuhkan. Mereka hanya mengindikasikan waktu peluncuran menjelang pemilu sela pada awal November.

Spesifikasi GBU-43/B: 9.800 Kilogram, Ledakan Setara 11 Ton TNT

GBU-43/B MOAB adalah bom konvensional berpemandu GPS yang dikembangkan Laboratorium Penelitian Angkatan Udara Amerika Serikat. Bobotnya sekitar 9.800 kilogram dengan panjang sekitar 9,1 meter.

Bom ini memuat sekitar 8.480 kilogram bahan peledak. Ledakan yang dihasilkan setara dengan kurang lebih 11 ton TNT. Senjata ini dirancang untuk menyasar posisi musuh, peralatan militer, serta area luas yang menampung kekuatan lawan.

Afghanistan 2017: Satu-satunya Penggunaan Tempur MOAB

Jika disetujui, serangan ke Iran akan menjadi penggunaan tempur kedua MOAB. Senjata ini pertama kali digunakan di Afghanistan pada 2017, saat Trump menjalani masa jabatan pertamanya.

Penggunaan pertama itu menjadi preseden bagaimana bom sebesar ini dioperasikan dalam konflik sesungguhnya. Hingga kini, belum ada laporan resmi soal target spesifik yang akan dihantam jika rencana terhadap Iran dieksekusi.

Perang Psikologis dan Kalkulasi Politik Dalam Negeri

Laporan CNN menyebut operasi MOAB di Iran lebih difokuskan sebagai tekanan psikologis ketimbang serangan taktis biasa. Pesan yang ingin dikirim adalah kemampuan AS membawa senjata berdaya ledak masif ke medan perang Iran.

Faktor politik dalam negeri AS turut mewarnai rencana ini. Sejumlah sumber mengaitkan waktu peluncuran dengan pemilu sela awal November, momen ketika pemerintahan Trump membutuhkan dukungan publik.

Pentagon belum memberikan pernyataan resmi soal target maupun tanggal pasti operasi. Iran juga belum menanggapi laporan ini secara terbuka.

Yang Ditentukan Selanjutnya

Keputusan akhir ada di tangan pemerintahan Trump. Jika disetujui, MOAB akan menandai eskalasi baru dalam perang melawan Iran dan penggunaan tempur kedua bom terbesar milik AS sepanjang sejarah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index