Agen J.K. Rowling Kecam Demo Anti-Rowling di Gala Harry Potter London

Agen J.K. Rowling Kecam Demo Anti-Rowling di Gala Harry Potter London
Agen J.K. Rowling, Neil Blair, mengecam aksi protes aktivis hak transgender di depan gala "Harry Potter and the Cursed Child" di Palace Theatre, London.

NUSAAKSARA.COM — Agen J.K. Rowling, Neil Blair, mengecam aksi protes aktivis hak transgender di depan gala pertunjukan "Harry Potter and the Cursed Child" di Palace Theatre, London. Dalam pernyataan kepada Variety, Blair menegaskan hak berpendapat tetap harus dijalankan tanpa membahayakan penonton, pemain, dan staf teater. Insiden ini mewarnai malam pembukaan versi baru pertunjukan yang dipangkas menjadi satu bagian berdurasi hampir tiga jam.

Massa aksi mengenakan masker, topi, dan kacamata pelindung untuk menyamarkan identitas. Salah satu peserta memakai kaus bertuliskan "Rowling money kills". Beberapa aktivis sempat berbaring di karpet merah sebelum akhirnya diseret petugas keamanan.

Pernyataan Lengkap Neil Blair

Blair menegaskan pihaknya menghormati aksi damai dan kebebasan menyampaikan pandangan berbeda. Namun, menurut dia, hak tersebut tidak boleh dijalankan dengan menempatkan orang lain dalam risiko.

"Kami menghormati aktivisme damai dan hak untuk mengekspresikan pandangan yang berbeda. Tetapi hak-hak itu harus dijalankan tanpa membahayakan orang lain, termasuk penonton, pemain, dan staf teater, seperti yang kita saksikan Kamis malam selama protes di luar Palace Theatre di London menjelang pertunjukan gala 'Harry Potter and the Cursed Child'," ujar Blair.

Ia menambahkan, prioritas utama tetap menghadirkan pengalaman Harry Potter bagi para penggemar yang telah mendukung dunia itu bertahun-tahun. Setiap penggemar, kata Blair, berhak menikmati pertunjukan dalam suasana yang aman dan saling menghormati.

"Yang terpenting, kami ingin terus menghadirkan keajaiban Harry Potter kepada para penggemar luar biasa yang telah mendukung dan merangkul dunia ini selama bertahun-tahun. Setiap penggemar berhak menikmati keajaiban Harry Potter dalam atmosfer yang penuh rasa hormat dan aman, dan kami tetap berkomitmen menjaga teater langsung sebagai pengalaman yang ramah dan aman untuk semua orang," lanjutnya.

Siapa yang Hadir di Gala

Malam gala itu turut dihadiri sejumlah nama lokal, di antaranya pembawa acara televisi Vanessa Feltz, Angellica Bell, dan Richard Arnold. Bintang "The Chase", Anne Hegerty, juga terlihat dalam acara tersebut.

Pertunjukan "Harry Potter and the Cursed Child" awalnya dipentaskan dalam dua bagian. Kini naskahnya dikonfigurasi ulang menjadi satu pertunjukan tunggal berdurasi hampir tiga jam.

Latar Belakang Kontroversi Rowling

J.K. Rowling dikenal vokal mengkritik konsep identitas gender yang dideklarasikan sendiri. Pandangan itu memicu tuduhan bahwa dirinya transfobik, tuduhan yang telah ia bantah keras.

Penulis asal Inggris tersebut sebelumnya menyatakan menghormati hak setiap orang transgender untuk hidup dengan cara yang terasa autentik dan nyaman bagi mereka. Pernyataan itu sempat ia sampaikan sebagai respons atas gelombang kritik yang terus mengiringi namanya.

Protes di London menambah panjang daftar ketegangan antara kelompok aktivis dan pihak yang membela Rowling. Di sisi lain, pertunjukan "Cursed Child" tetap berjalan dengan format baru yang lebih ringkas.

Bagi industri teater West End, insiden ini menjadi pengingat bahwa isu sosial bisa langsung merembet ke panggung hiburan. Keamanan acara dan kenyamanan penonton kini jadi sorotan tersendiri di setiap gelaran besar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index