NUSAAKSARA.COM — EA Sports FC 27 resmi meluncur 25 September 2026 untuk PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, dan PC dengan harga yang belum diumumkan EA. Perubahan terbesar tahun ini ada di Career mode lewat sistem negosiasi transfer baru, sementara mode anyar The Grounds dikritik sebagai tiruan The City milik NBA 2K. Game ini paling pas buat pemain yang menuntut simulasi manajerial lebih realistis, bukan pencari pengalaman open-world.
Electronic Arts mengubah cukup banyak hal di EA Sports FC 27. Sebagian perubahan itu berhasil, sebagian terasa sia-sia, dan sebagian lagi justru bikin pengalaman bermain lebih merepotkan dibanding FC 26.
Versi review yang diuji berjalan di PS5 dengan controller DualSense standar. Early Access dibuka 18 September 2026, sedangkan rilis penuh 25 September 2026 di PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, dan PC.
Spesifikasi dan Platform EA Sports FC 27
- Platform: PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, PC
- Early Access: 18 September 2026
- Rilis penuh: 25 September 2026
- Mode utama: The Grounds, Ultimate Team, Career
- Enam level kesulitan: Beginner, Amateur, Semi-Pro, Professional, World Class, Legendary, dan Ultimate
- Dukungan 21 bahasa dan menu aksesibilitas khusus
The Grounds: Open-World yang Sebenarnya Menu Panjang
Mode anyar The Grounds diposisikan sebagai reimajinasi Clubs dengan konsep open-world. Tiga distrik bertema budaya sepak bola dihubungkan satu hub pusat, dan pemain bisa berpindah antararea dengan berjalan kaki.
Masalahnya, area itu hanya berisi NPC tanpa kehidupan, target Drop Kick bergaya Riddler Trophy, dan ruang tunggu PvP. Mode di dalamnya cukup menghibur, mulai dari 11v11, cage match ala FIFA Street, sampai mini-game Bucket Ball yang terinspirasi basket. Efek open-world-nya justru menambah waktu tunggu karena pemain harus berjalan dari titik A ke B.
Kustomisasi wardrobe pro dengan pakaian berlisensi jadi daya tarik lain, tentu dengan biaya tambahan. Setelah beberapa pertandingan dan menyelesaikan tugas dari mentor seperti Kylian Mbappé, Paulo Dybala, dan Chloe Kelly, sensasi barunya cepat pudar.
Ultimate Team: Streamlined SBC dan The Gallery
FUT di FC 27 tetap terasa sesak begitu pertama dibuka. Deretan menu, kartu, dan checklist langsung menyambut pemain, pola yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir.
Perbaikan paling berguna adalah Streamlined SBC. Alih-alih menyusun starting XI dengan formasi, posisi, dan chemistry, pemain cukup mengumpulkan nilai kumulatif dari kartu yang ditukar. SBC konvensional tetap ada, termasuk Marquee Matchups mingguan, jadi kedua tipe bisa dipilih sesuai selera.
The Gallery menambah fitur buku stiker digital untuk melacak semua pemain yang pernah mampir ke klub. Menyusun koleksi memberi Gallery Tokens yang bisa ditukar pemain Hall of FUT seperti Loïc Rémy, Adebayo Akinfenwa, dan Marouane Fellaini. Sayangnya, The Gallery belum tersedia di Web App FC 27.
Gameplay: Bertahan Lebih Sulit, Sepak Pojok Lebih Adil
Bantuan AI untuk bertahan dikurangi. Pemain yang tidak dikendalikan tidak lagi melakukan tackle otomatis, sehingga pemain harus lebih cepat menekan L1/LB dan lebih teliti menentukan waktu tekel. Jockey jadi lebih cepat untuk semua pemain, dan PlayStyle Jockey tidak lagi sekuat di FC 26.
Sistem sepak pojok dirombak total. Jeda antara eksekusi dan bola tiba di kotak penalti diperpanjang, dan pemain kini bisa mengatur posisi pemain di dalam kotak secara manual. Sepak pojok berubah dari ajang keberuntungan menjadi duel skill.
Dribbler lihai juga lebih efektif melewati tekel. Perubahan ini paling terasa di pertandingan online FUT, tempat pemain seperti Ousmane Dembélé dan Lamine Yamal bakal sering merepotkan lawan.
Career Mode: Negosiasi Transfer Lebih Realistis, Kadang Menyebalkan
Career mode mendapat perubahan paling besar lewat sistem transfer. Adegan negosiasi 3D yang dulu canggung diganti antarmuka 2D bergaya FIFA 13, seiring proses negosiasi yang jauh lebih panjang.
Pemain kini harus mengirim inquiry lebih dulu untuk tahu apakah klub pemilik mau melepas target. Sang pemain juga bisa menolak tawaran meski uang dan klub sudah cocok. EA menyebut keputusan pemain dipengaruhi kecocokan taktik, kondisi finansial klub, performa, rivalitas historis, dan filosofi jangka panjang klub.
Dalam pengujian sebagai Everton, sekitar 80 persen target transfer menolak datang ke meja negosiasi. Harvey Barnes sempat menerima tawaran, tapi memilih Chelsea pada deadline day. Kesulitan itu bisa diturunkan lewat pengaturan, dan setelah fase awal yang bikin frustrasi, tantangannya justru terasa memuaskan.
Ada pula opsi baru menyusun kesepakatan lewat transfer instalment, biaya agen, dan bonus berbasis performa. Sisi negatifnya, pemain di Career mode FC 27 mudah ngambek. Sistem menit bermain membuat pemain dengan stamina 41 persen ke atas merasa berhak tampil, dan permintaan transfer bisa muncul bersamaan jika menit mereka kurang.
Dynamic Overall jadi tambahan positif. Rating pemain naik-turun mengikuti form, moral, dan kebugaran, dan nilai transfer ikut terpengaruh. Tyler Dibling di save Everton naik dari 74 ke 83 dalam hitungan bulan, angka yang terdengar ekstrem tapi mencerminkan lonjakan nilai pemain di dunia nyata.
Harga dan Ketersediaan
EA Sports FC 27 dijual untuk PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, dan PC. Harga resmi per platform belum diumumkan dalam materi review ini, jadi pantau kanal resmi EA dan retailer lokal untuk nominal final di Indonesia.
Layak Dibeli untuk Siapa?
FC 27 cocok buat pemain yang menginginkan Career mode lebih menantang dan realistis, plus penggemar FUT yang ingin membuka kartu spesial lebih cepat lewat Streamlined SBC. Yang mencari pengalaman open-world sepak bola sebaiknya menahan ekspektasi, karena The Grounds lebih mirip menu besar ketimbang dunia yang hidup.