Perjalanan Kereta Cepat Whoosh yang melaju hingga 350 kilometer per jam kerap menjadi andalan ribuan penumpang setiap hari. Di balik kelancaran perjalanan tersebut, ada tantangan yang kerap luput dari perhatian: layang-layang.
Sepanjang 2025, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat gangguan paling sering terhadap perjalanan Whoosh justru berasal dari aktivitas bermain layang-layang di sekitar jalur kereta cepat. Benda ringan yang kerap dianggap permainan sederhana itu, nyatanya bisa menghambat perjalanan dan berpotensi membahayakan keselamatan.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan bahwa sebagian besar gangguan terjadi ketika layang-layang tersangkut di jaringan listrik aliran atas yang memasok daya ke kereta.
“Ketika layang-layang mengenai jaringan listrik, perjalanan kereta harus ditangani dengan sangat hati-hati. Dampaknya bukan hanya pada operasional, tetapi juga pada kenyamanan ribuan penumpang,” ujar Eva, Kamis (30/01/2026) dalam siaran persnya.
Wilayah Padalarang dan Cimahi menjadi area yang paling sering terdampak, khususnya di lintasan antara Stasiun Padalarang dan Stasiun Tegalluar Summarecon. Aktivitas bermain layang-layang meningkat terutama saat musim libur sekolah, ketika anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah.
Meski demikian, KCIC mencatat bahwa perjalanan Whoosh sepanjang tahun lalu tetap berjalan relatif tepat waktu. Rata-rata keterlambatan hanya berlangsung dalam hitungan detik, berkat kesiapsiagaan petugas yang berjaga di sepanjang jalur kereta cepat.
Untuk menjaga keselamatan, KCIC secara rutin melakukan sosialisasi kepada warga dan sekolah-sekolah di sekitar lintasan. Petugas pengamanan juga disiagakan selama 24 jam, bekerja sama dengan aparat setempat untuk mengawasi area rawan gangguan.
“Kami memahami bahwa bermain layang-layang adalah bagian dari aktivitas masyarakat. Namun di sekitar jalur kereta cepat, hal ini dapat menimbulkan risiko besar. Karena itu kami mengimbau agar masyarakat tidak bermain layang-layang dalam radius tiga kilometer dari jalur Whoosh,” kata Eva.
KCIC berharap kesadaran bersama dapat menjaga perjalanan Whoosh tetap aman dan nyaman. Di balik kecepatan dan teknologi tinggi kereta cepat, keselamatan tetap menjadi tanggung jawab bersama—baik pengelola maupun masyarakat di sekitarnya.