Belajar Cerita Lewat Kamera Ponsel, MVM Ajak Ibu Naik Level Videografi

Senin, 02 Februari 2026 | 21:00:00 WIB
Peserta Workshop Moms Video Maker (MVM) di Hayyu Clinic Tebet / Foto: Dokumentasi MVM

NUSA AKSARA - Suasana Hayyu Clinic Tebet pada Minggu (1/2/2026) tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah ibu dan content creator terlihat sibuk mengarahkan kamera ponsel, mencoba berbagai sudut pengambilan gambar, hingga berdiskusi tentang alur cerita visual. Aktivitas tersebut merupakan bagian dari workshop “Mobile Videography: Next Level – Learn How Storytelling Creates Meaningful Impact” yang digelar Moms Video Maker (MVM) Community bersama Hayyu Clinic Tebet.

Workshop yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini mendapat sambutan antusias. Seluruh kuota peserta offline dinyatakan sold out, sementara kelas online juga diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Kegiatan ini dirancang sebagai kelas intensif untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan videografi berbasis ponsel, sekaligus memahami pentingnya storytelling dalam konten video.

Dalam sesi materi, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik dasar pengambilan gambar, tetapi juga mempelajari berbagai komposisi take gambar, seperti wide shot, medium shot, dan close up untuk membangun emosi dan fokus visual. Peserta juga diajak memahami perbedaan dan fungsi A-Roll sebagai cerita utama, serta B-Roll sebagai pendukung visual yang memperkuat narasi.

Founder Moms Video Maker (MVM) Community, Ruffie Lucretia, menekankan bahwa kualitas konten tidak selalu ditentukan oleh alat yang mahal, melainkan oleh cara bercerita.

“Storytelling adalah pembeda utama sebuah konten. Dengan visual yang tepat dan cerita yang kuat, konten sederhana dari ponsel pun bisa punya dampak besar dan membuka peluang profesional,” ujar Ruffie.

Selain proses pengambilan gambar, peserta juga diperkenalkan pada tahap post-produksi, termasuk dasar-dasar editing dan color grading untuk menciptakan tampilan visual yang lebih konsisten dan profesional. Materi ini disampaikan secara aplikatif agar bisa langsung diterapkan untuk kebutuhan konten sehari-hari, baik untuk personal branding maupun kerja sama dengan brand.

Creative Team MVM sekaligus Blogger dan SEO Specialist, Istiana Sutanti, membagikan teknik menyusun skrip video agar alurnya mengalir dan mudah dipahami penonton.

“Konten yang bagus bukan hanya soal visual, tetapi bagaimana cerita disusun supaya penonton betah menonton sampai akhir dan merasa terhubung,” jelas Istiana.

Sepanjang workshop, peserta juga mengikuti praktik langsung, diskusi interaktif, serta sesi evaluasi hasil video. Beberapa peserta tampak antusias mencoba ulang pengambilan gambar, memadukan A-Roll dan B-Roll, hingga berdiskusi soal tone warna yang sesuai dengan cerita.

Kesuksesan acara ini turut didukung Hayyu Clinic Tebet yang memberikan edukasi seputar perawatan wajah, konsultasi gratis, serta free treatment bagi peserta dengan konten terbaik. Dukungan juga datang dari berbagai brand dan media partner, di antaranya Airis Dental Clinic, Serambi Living (Hijab Story of Giving), Momami, Terapeutik, Relasi Diri, Kimbo, Omayo, Ecoco Indonesia, Tribunnews, dan Sevenhub.

Melalui workshop ini, Moms Video Maker Community kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi ruang belajar bagi para ibu agar dapat bertumbuh, berdaya, dan melihat aktivitas membuat konten sebagai peluang yang berkelanjutan. (CHY)

Tags

Terkini