Ngantuk Saat Puasa? Atasi dengan Cara Sederhana Ini

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:00:00 WIB
FOTO: ilustrasi generate AI.

NUSA AKSARA — Hari pertama puasa sering terasa paling menantang. Bukan karena lapar atau haus saja, tapi juga karena perubahan jam tidur yang cukup drastis. Bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut membuat tubuh belum sempat beradaptasi.

Akibatnya, banyak orang merasa lemas, sulit fokus, dan mengantuk di siang hari baik di kantor maupun di sekolah. Tak sedikit yang akhirnya lebih sering melirik jam, menunggu waktu berbuka tiba.

Agar produktivitas tetap terjaga di hari-hari awal Ramadan, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu tubuh tetap segar dan pikiran tetap fokus.

1. Atur Napas Saat Mulai Mengantuk

Saat kantuk mulai menyerang, coba lakukan teknik napas sederhana. Tarik napas perlahan selama 4 detik, tahan 4 detik, lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa kali.

Cara ini membantu meningkatkan aliran oksigen ke otak, sehingga tubuh terasa lebih segar tanpa perlu bergerak banyak. Cocok dilakukan saat duduk di meja kerja atau di kelas.

2. Jangan Langsung Diam Terlalu Lama

Duduk terlalu lama bisa membuat tubuh semakin lemas. Jika memungkinkan, sempatkan berdiri sejenak, berjalan ke pantry, atau sekadar merenggangkan tangan dan bahu setiap satu hingga dua jam.

Gerakan kecil ini membantu tubuh tetap “terjaga” dan mengurangi rasa berat di kepala.

3. Jaga Porsi Sahur Tetap Seimbang

Rasa kantuk berlebihan sering dipicu oleh makanan sahur yang terlalu berat atau terlalu manis. Karbohidrat sederhana bisa membuat tubuh cepat kenyang, tapi juga cepat lelah.

Coba pilih makanan yang lebih seimbang seperti nasi, telur, sayur, dan buah agar energi bertahan lebih lama sepanjang hari.

4. Kurangi Scroll Berlebihan Saat Jam Kerja

Saat energi menurun, godaan membuka media sosial biasanya makin besar. Namun, terlalu lama menatap layar justru membuat mata makin lelah dan fokus semakin menurun.

Alihkan perhatian dengan mengerjakan tugas kecil yang ringan untuk menjaga ritme kerja tetap stabil.

5. Fokus ke Tugas Kecil, Bukan ke Jam Dinding

Di hari pertama puasa, waktu terasa berjalan lebih lambat. Alih-alih terus menghitung jam menuju magrib, coba pecah pekerjaan menjadi target-target kecil.

Menyelesaikan satu tugas demi satu bisa membuat waktu terasa lebih cepat dan pikiran lebih terarah.

6. Manfaatkan Waktu Istirahat dengan Bijak

Jika ada waktu istirahat siang, gunakan untuk benar-benar melepas penat. Duduk santai, pejamkan mata sebentar, atau tarik napas dalam-dalam.

Meski hanya 10–15 menit, jeda ini bisa membantu tubuh “reset” dan kembali fokus hingga sore.

Adaptasi Butuh Waktu

Rasa kantuk di hari pertama puasa adalah hal yang wajar. Tubuh sedang beradaptasi dengan ritme baru—bangun lebih awal, makan di waktu berbeda, dan mengatur energi sepanjang hari.

Biasanya, setelah beberapa hari, tubuh akan mulai menyesuaikan diri dan rasa lemas pun berkurang. Kuncinya adalah menjaga pola tidur, makan sahur yang tepat, dan tidak memaksakan diri terlalu keras di awal.

Dengan ritme yang lebih seimbang, hari pertama puasa tak lagi terasa berat. Produktivitas tetap bisa dijaga, tanpa harus terus-menerus menunggu waktu berbuka datang.

(CHY)

Tags

Terkini