NUSA AKSARA – Puasa bukan sekadar praktik spiritual yang telah dijalankan selama berabad-abad di berbagai budaya dan agama. Dalam beberapa tahun terakhir, puasa juga semakin populer karena dinilai memiliki manfaat kesehatan, mulai dari membantu penurunan berat badan hingga mendukung pengelolaan gula darah.
Dikutip dari Healthline, puasa didefinisikan sebagai pantang dari semua atau sebagian makanan atau minuman dalam jangka waktu tertentu. Metodenya beragam, mulai dari puasa 24–72 jam hingga puasa intermiten yang mengatur siklus waktu makan dan tidak makan dalam hitungan jam atau hari.
Berikut sejumlah manfaat puasa yang didukung penelitian ilmiah.
1. Membantu Mengelola Gula Darah
Beberapa studi menunjukkan bahwa puasa dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Ketika resistensi insulin menurun, tubuh menjadi lebih efektif dalam mengatur kadar gula darah.
Sebuah studi tahun 2023 yang melibatkan 209 partisipan menemukan bahwa puasa intermiten selama tiga hari per minggu berpotensi menurunkan risiko diabetes tipe 2 melalui peningkatan sensitivitas insulin.
Tinjauan penelitian tahun 2022 juga mencatat bahwa pembatasan waktu makan dapat membantu mengurangi faktor risiko sindrom metabolik, yang berkaitan dengan diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.
Meski demikian, para peneliti menekankan perlunya studi tambahan untuk membandingkan efek puasa dengan pembatasan kalori konvensional.
2. Mengurangi Peradangan
Peradangan akut merupakan bagian dari respons alami tubuh terhadap infeksi. Namun, peradangan kronis dapat berkontribusi terhadap berbagai penyakit serius, termasuk penyakit jantung dan kanker.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat menurunkan kadar protein C-reaktif (CRP), salah satu penanda utama peradangan dalam tubuh.
Sebuah analisis terhadap 18 studi menemukan bahwa puasa intermiten secara signifikan menurunkan indikator inflamasi, yang berpotensi mendukung kesehatan jangka panjang.
3. Mendukung Kesehatan Jantung
Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian global. Data menunjukkan bahwa hampir 19 juta kematian pada 2020 terkait dengan penyakit kardiovaskular.
Penelitian mengindikasikan bahwa puasa dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan faktor risiko lain yang berkaitan dengan penyakit jantung, khususnya pada individu dengan kelebihan berat badan.
Namun, perubahan gaya hidup secara menyeluruh—termasuk pola makan seimbang dan aktivitas fisik—tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan jantung.
4. Membantu Penurunan Berat Badan
Secara teori, membatasi waktu makan akan mengurangi asupan kalori harian. Inilah alasan banyak orang mencoba puasa sebagai strategi diet.
Tinjauan tahun 2022 menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat lebih efektif dalam menurunkan berat badan dibandingkan pembatasan kalori yang dilakukan terus-menerus.
Meski demikian, keberhasilan penurunan berat badan tetap bergantung pada pola makan secara keseluruhan dan konsistensi jangka panjang.
5. Potensi dalam Pencegahan dan Terapi Kanker
Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa puasa intermiten mungkin memiliki peran dalam pencegahan dan pengobatan kanker dalam kondisi tertentu.
Sebuah tinjauan tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal milik American Cancer Society menyebutkan bahwa puasa dapat membantu mengurangi pertumbuhan tumor dan menurunkan toksisitas kemoterapi pada sebagian pasien.
Namun, para ahli menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya dalam konteks klinis.
Tetap Bijak dan Sesuaikan dengan Kondisi Tubuh
Meski menawarkan berbagai potensi manfaat, puasa tidak selalu cocok untuk semua orang. Individu dengan kondisi medis tertentu, ibu hamil, atau mereka yang memiliki riwayat gangguan makan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mencoba pola puasa tertentu.
Puasa yang dilakukan dengan tepat dan disertai pola makan bergizi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Namun, keseimbangan nutrisi, hidrasi yang cukup, dan istirahat tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan secara menyeluruh.
(Fitri Wulandari/CHY)