Wamentan Sebut 8.000 Personel ke Rafah Bukti Komitmen Indonesia Dukung Pemulihan Gaza

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:00:00 WIB
Foto: Dok. Kementan RI

NUSA AKSARA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan wilayah konflik, khususnya di Gaza.

Menurut Sudaryono, Indonesia tidak memilih menjadi penonton. Ia menyebut penderitaan yang dialami rakyat Palestina sebagai panggilan moral bagi bangsa-bangsa merdeka untuk menunjukkan solidaritas nyata.

“Kemerdekaan selalu menuntut tumbal penderitaan. Tanah Gaza dibasahi air mata, memanggil solidaritas sesama manusia merdeka,” tegas Sudaryono dalam keterangannya.

Sudaryono mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah menginstruksikan pengerahan 8.000 personel ke wilayah Rafah. Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan serta memastikan distribusi bantuan kemanusiaan berjalan lancar.

Wilayah Rafah, yang berbatasan langsung dengan Mesir, menjadi titik krusial dalam arus logistik bantuan internasional menuju Gaza. Kehadiran personel Indonesia diharapkan mampu menciptakan ruang aman bagi distribusi bantuan kemanusiaan serta mendukung situasi yang lebih kondusif.

Dukungan Rekonstruksi Gaza

Tak hanya soal stabilitas keamanan, pemerintah Indonesia juga menyiapkan dukungan terhadap rekonstruksi besar-besaran di Gaza. Sudaryono memaparkan bahwa pemulihan pascakonflik akan menjadi proyek kemanusiaan berskala global.

Beberapa poin penting dalam rencana rekonstruksi tersebut antara lain:

  • Pembersihan Puing Skala Raksasa:
    Puluhan juta ton puing sisa kehancuran harus diangkut dan dibersihkan sebelum pembangunan dimulai.
  • Pembangunan Infrastruktur Vital:
    Ratusan ribu rumah warga, jaringan jalan, instalasi listrik, hingga fasilitas pelabuhan akan dibangun ulang dari nol.
  • Pendanaan Puluhan Miliar Dolar AS:
    Proyek ini diperkirakan menyerap dana fantastis dengan dukungan berbagai pihak internasional.
  • Pengawasan Ketat oleh Bank Dunia:
    Untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi, World Bank akan mengawal arus dan pengelolaan dana rekonstruksi.

Dorong Pemerintahan Mandiri dan Hak Menentukan Nasib Sendiri

Lebih jauh, Sudaryono menegaskan bahwa dukungan Indonesia bukan sekadar pada aspek fisik, tetapi juga pada kedaulatan politik rakyat Palestina. Ia menyatakan bahwa warga Palestina berhak menentukan nasibnya sendiri tanpa tekanan militer atau campur tangan asing.

Sebagai langkah transisi, pembentukan pemerintahan teknokratik yang mandiri disebut menjadi bagian dari proyeksi pemulihan jangka panjang.

“Kita datang membawa semangat kebebasan. Mari dukung pemulihan ini demi tegaknya martabat kemanusiaan pada bumi Gaza,” pungkas Sudaryono.

Diketahui Presiden Prabowo Subianto, menyatakan komitmen Indonesia untuk berpartisipasi dalam misi stabilisasi di Jalur Gaza, Palestina, melalui pengiriman pasukan di bawah naungan International Stabilization Force (ISF). Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat perdana Board of Peace yang digelar di Washington, Amerika Serikat, Kamis (19/2).

Dalam forum yang turut dihadiri Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Prabowo mengumumkan kesiapan Indonesia untuk mengirim hingga 8.000 personel, dengan kemungkinan penambahan jumlah pasukan apabila diperlukan. Ia menyebut pengiriman tersebut direncanakan mulai terealisasi dalam satu hingga dua bulan mendatang.

“Kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi dengan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan,” ujar Prabowo dalam pidatonya di hadapan para peserta rapat.

Menurut Prabowo, keterlibatan Indonesia dalam ISF merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung upaya perdamaian di Palestina. Ia menyampaikan optimisme bahwa Board of Peace bersama ISF dapat berperan dalam mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Jalur Gaza, meskipun diakui proses tersebut tidak akan terlepas dari berbagai tantangan.

(CHY/CTA)

Tags

Terkini