Ahli Anjurkan Jus Segar Buatan Rumah Tanpa Gula

Selasa, 24 Februari 2026 | 18:00:00 WIB
FOTO: ilustrasi generate AI.

NUSA AKSARA - Minuman jus dalam kemasan semakin populer di media sosial dan kerap dipromosikan sebagai pilihan sehat. Namun sejumlah ahli mengingatkan bahwa tidak semua produk tersebut bebas dari kandungan gula tambahan.

Dokter spesialis gastroenterologi yang berbasis di California, Dr. Saurabh Sethi, menilai jus kemasan sering mengandung gula tersembunyi yang tidak memberikan manfaat optimal bagi tubuh. Ia menyarankan masyarakat lebih selektif dalam memilih minuman yang diklaim sehat.

Menurut laporan Hindustan Times pada Kamis (05/02/26), Sethi membagikan pandangannya melalui Instagram. Ia menyebut jus segar buatan rumah sebagai alternatif yang lebih terkendali dari sisi komposisi.

Sethi yang memiliki pelatihan dari Universitas AIIMS, Harvard, dan Stanford merekomendasikan minuman sederhana berbahan wortel, jeruk, dan jahe segar. Kombinasi ini dinilai sebagai minuman fungsional dengan kandungan alami.

"Semuanya adalah makanan utuh dengan manfaat yang telah diteliti dengan baik," kata dia.

Minuman tersebut dibuat dengan dua wortel ukuran sedang yang dikupas dan dipotong kecil. Jeruk dibelah dua, kemudian ditambahkan jahe segar sekitar setengah hingga satu inci sebelum diblender atau diperas dengan sedikit air.

Hasilnya sekitar tiga hingga empat porsi kecil berukuran 30 hingga 50 mililiter. Minuman dapat dikonsumsi langsung, disimpan di lemari es hingga tiga hari, atau dibekukan sesuai kebutuhan.

Menurut Sethi, wortel mengandung beta-karoten yang berperan sebagai antioksidan dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Jeruk menyediakan vitamin C serta flavonoid yang memiliki sifat antioksidan.

Flavonoid diketahui berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Kandungan ini menjadi salah satu alasan jus berbahan jeruk kerap diasosiasikan dengan kesehatan jantung.

Sementara itu, jahe segar mengandung gingerol yang mendukung fungsi pencernaan. Sebuah studi dalam jurnal "Advances in Experimental Medicine and Biology" menunjukkan senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan, anti-tumor, dan anti-inflamasi.

Meski demikian, Sethi mengingatkan bahwa proses pembuatan jus dapat mengurangi sebagian besar kandungan serat alami dari bahan utuh. Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan membantu mengontrol gula darah.

Karena itu, ia menekankan bahwa minuman ini sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil. Jus tersebut tidak dimaksudkan sebagai pengganti makanan utama.

Tren minuman sehat di media sosial dinilai perlu disertai pemahaman yang lebih baik tentang kandungan nutrisi. Label “sehat” pada produk kemasan tidak selalu mencerminkan komposisi yang seimbang.

Pendekatan membuat jus dari bahan segar memberi kendali lebih besar terhadap jumlah gula dan kualitas bahan. Namun konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian.

Dalam konteks pola makan seimbang, jus segar dapat menjadi pelengkap, bukan sumber nutrisi utama. Pemilihan bahan utuh dan pengaturan porsi menjadi kunci agar manfaatnya tetap optimal.

(CHY)

Tags

Terkini