Kasatgas PRR Janji Kawal Pemulihan Lahan Pertanian dan Tambak di Sumatera Pascabencana

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:00:00 WIB
FOTO: Dokumentasi Kemendagri

NUSA AKSARA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan komitmennya dalam mengawal percepatan pemulihan lahan pertanian dan tambak udang yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengembalikan produktivitas sektor pangan dan perikanan yang sempat terganggu akibat bencana, terutama lahan yang tertutup lumpur.

Tito mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait, di antaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Pertanian (Kementan). Koordinasi ini bertujuan mempercepat penanganan serta memastikan lahan-lahan terdampak dapat segera dimanfaatkan kembali.

“Setelah Lebaran, penanganan akan langsung dipercepat, termasuk membantu tambak yang terendam lumpur agar bisa kembali dihidupkan,” ujar Tito kepada awak media usai Rapat Koordinasi Pengawakan Program Strategis Presiden di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan pemerintah, kondisi lahan terdampak bencana bervariasi. Sebagian lahan masih dapat langsung dioptimalkan untuk kembali ditanami. Namun, terdapat pula lahan yang tertutup material seperti batu dan kayu, sehingga memerlukan proses pembersihan lebih lanjut sebelum dapat digunakan.

Untuk lahan dengan kondisi berat, pemerintah akan melakukan pembersihan melalui skema program cetak sawah baru. Meski demikian, Tito menegaskan bahwa lahan tersebut sebenarnya merupakan sawah lama yang terdampak bencana.

“Secara teknis masuk program cetak sawah baru, walaupun ini sebenarnya sawah lama yang harus dibersihkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, durasi pemulihan akan bergantung pada luas wilayah dan tingkat kerusakan yang terjadi. Penanganan ini, menurut Tito, menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan sinergi lintas sektor.

Meski demikian, ia memastikan akan terus mengawal proses pemulihan tersebut agar berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.

“Pasti saya kawal,” tegasnya.

(CHY/CTA)

Tags

Terkini