Prabowo ke Rusia, Bahas Pasokan Energi dan Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:00:00 WIB
FOTO: Dokumentasi BPMI Setpres

NUSA AKSARA – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Federasi Rusia, pada Minggu (12/04/2026) malam. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama strategis di tengah dinamika global.

Informasi tersebut dikutip dari keterangan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang menyebut Presiden dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pertemuan Strategis dengan Putin

Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Putin setibanya di Moskow.

"Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin di siang harinya," jelas Seskab.

Pertemuan tersebut dinilai penting dalam merespons perubahan lanskap global yang terus berkembang.

“Di tengah dinamika global yang terus berubah, pertemuan ini menjadi sangat krusial,” ungkapnya.

Bahas Ketahanan Energi Nasional

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penguatan kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia.

“Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak,” ujar Seskab.

Dikutip dari keterangan resmi, kerja sama ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional.

Soroti Isu Geopolitik Global

Selain energi, kedua pemimpin juga akan bertukar pandangan terkait perkembangan geopolitik dunia.

"Menyuarakan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global," pungkas Seskab.

Langkah ini mencerminkan peran aktif Indonesia dalam menjaga keseimbangan global.

Rombongan dan Keberangkatan

Presiden Prabowo lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 23.10 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Keberangkatan Presiden dilepas oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat negara.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan ini antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Dikutip dari keterangan resmi, kunjungan ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional, khususnya di sektor energi dan stabilitas global.

(CHY)

Tags

Terkini