Prabowo Tegaskan Tak Pandang Bulu, Kasus Dadan hingga Hotel Sultan Jadi Bukti

Rabu, 16 September 2026 | 19:55:31 WIB
Ilustrasi. Foto: Generate AI

NUSAAKSARA.COM — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemberantasan korupsi tidak pandang bulu, termasuk terhadap orang dekatnya. Ia menyebut kasus dugaan korupsi Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dan penyitaan aset Hotel Sultan sebagai bukti. Pernyataan itu disampaikan dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/9).

Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyinggung kasus dugaan korupsi yang menjerat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Dadan merupakan mantan anggota tim sukses dan tim pakar Prabowo yang kemudian diangkat memimpin BGN.

"Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat di Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan," kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, mengutip rilis Bakom RI, Rabu (16/9).

Dadan Hindayana dan Posisinya di Tim Prabowo

Dadan Hindayana sebelumnya dikenal sebagai akademisi yang bergabung dalam tim pakar Prabowo pada masa kampanye. Ia kemudian dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional, lembaga yang menangani program makan bergizi.

Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa kedekatan politik tidak menjadi tameng hukum. Menurut dia, penyerahan kasus Dadan ke kejaksaan adalah bentuk konsistensi pemerintah dalam menegakkan aturan.

Hotel Sultan: Lobi ke Presiden Tetap Ditolak

Prabowo juga menyoroti penyitaan aset Hotel Sultan sebagai contoh lain penegakan hukum tanpa pandang bulu. Hotel itu dimiliki Pontjo Sutowo, yang ia akui sebagai kawannya.

"Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh, dan memang kawan saya juga. Tapi saya enggak ada kawan, ini negara," ucapnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa sejumlah pihak berupaya melobi Presiden terkait proses hukum aset tersebut. Namun Prabowo menyatakan lobi itu tidak mengubah jalannya penegakan hukum.

Larangan Bisnis Keluarga Sejak Menjabat Menteri Pertahanan

Prabowo mengungkit momen saat ia diangkat menjadi Menteri Pertahanan pada 2019. Ia mengaku langsung melarang orang-orang dekatnya berbisnis dengan kementerian untuk menghindari konflik kepentingan.

"Begitu saya naik jadi Menteri Pertahanan, hari pertama saya naik, malam pertama saya kumpulin semua keluarga saya dan semua orang-orang dekat saya di Gerindra. Saya bilang, saya akan menjadi Menteri Pertahanan mulai besok, Anda semua tidak boleh ikut cari bisnis di Kementerian Pertahanan," ucapnya.

Peringatan ke Kader Gerindra

Kebijakan serupa ia terapkan setelah menjabat Presiden. Prabowo mengaku telah mengingatkan seluruh anggota Partai Gerindra bahwa posisinya sebagai Presiden tidak akan melindungi kader yang bersalah.

"Begitu saya jadi Presiden, saya sudah berkata hati-hati, saudara, Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah, saya enggak bisa lindungi kamu. Saya beritahu di depan. Dan Anda bisa lihat, berapa bupati (dari) Gerindra yang ditangkap (aparat penegak hukum), berapa wali kota, dan sebagainya," kata dia.

Pernyataan Prabowo menempatkan penegakan hukum sebagai pesan utama kepada kader partai dan lingkaran terdekatnya. Ia menegaskan tidak ada ruang perlindungan bagi siapa pun yang tersangkut kasus hukum.

Terkini