Trump Buka Peluang Bertemu Pezeshkian di Sidang Majelis Umum PBB

Senin, 21 September 2026 | 09:00:31 WIB
Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan terbuka untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela Sidang Majelis Umum PBB.

NUSAAKSARA.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya "mungkin terbuka" untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York. Pernyataan itu muncul setelah Trump memperingatkan bahwa ia telah memasuki tahap pengambilan keputusan krusial terkait situasi dengan Iran. Tehran belum memberi tanggapan atas isyarat pertemuan tersebut.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump menegaskan bahwa ia telah memasuki tahap pengambilan keputusan krusial. Menurutnya, perkembangan besar akan terjadi jika Tehran tidak mengubah perilakunya. Baik Tehran maupun Pezeshkian tidak segera menanggapi pernyataan Trump mengenai potensi pertemuan tersebut.

Tiga Opsi yang Dipaparkan Trump

Dalam wawancara itu, Trump menggambarkan sejumlah pilihan yang dimilikinya saat ini. Ia menyebut opsi melenyapkan negara tersebut, membiarkannya "hancur" secara ekonomi, atau menegosiasikan kesepakatan.

"Pertanyaan saya adalah apakah dan kapan saya akan menghancurkan seluruh negara itu? Sebaiknya mereka bersikap baik," ujar Trump kepada Fox News, melansir Anadolu.

Trump menambahkan bahwa "hal-hal yang sangat besar akan terjadi dalam waktu dekat." Ia juga mengklaim konflik dengan Iran akan "berakhir setelah pemilihan paruh waktu" pada November.

Jadwal Sidang Majelis Umum PBB

Pernyataan Trump disampaikan menjelang Sidang Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB ke-81 (UNGA 81) yang berlangsung pada 18 hingga 28 September di Markas Besar PBB, New York. Agenda utama Debat Umum digelar pada 22 hingga 28 September.

Pekan tingkat tinggi tersebut menjadi momen rutin bagi para kepala negara dan pemerintahan untuk bertemu langsung di sela agenda multilateral. Pertemuan bilateral di sela sidang kerap menjadi kanal komunikasi ketika hubungan diplomatik dua negara sedang tegang.

Peringatan Perjalanan Departemen Luar Negeri AS

Terpisah, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan perjalanan dengan alasan meningkatnya ketegangan di seluruh kawasan. Pihaknya memperingatkan Iran dan kelompok-kelompok pendukungnya dapat menargetkan kepentingan, bisnis, dan institusi AS.

Peringatan itu juga mencakup lokasi-lokasi yang terkait dengan warga Amerika di seluruh dunia. Langkah tersebut menandai bahwa Washington menilai risiko keamanan bagi warganya meningkat seiring eskalasi ketegangan dengan Tehran.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran mengenai isyarat pertemuan yang disampaikan Trump. Sikap Tehran akan menentukan apakah peluang dialog di sela UNGA 81 benar-benar terwujud atau hanya menjadi sinyal sepihak dari Washington.

Terkini