Kebakaran Trans Home Sleman Tewaskan 2 Karyawan, Asap Hitam Masih Membubung

Jumat, 02 Oktober 2026 | 13:01:02 WIB
Petugas pemadam masih menyemprotkan air ke area basement Trans Home Berbah, Sleman, Jumat (2/10) pagi.

NUSAAKSARA.COM — Dua karyawan perempuan tewas dalam kebakaran supermarket bahan bangunan Trans Home di Jalan Yogya-Solo, Berbah, Sleman, DIY. Hingga Jumat (2/10) pagi, asap hitam masih membubung dari area basement dan menyulitkan petugas memadamkan titik api yang diduga berasal dari material karet. Sekitar 100 kendaraan bermotor di area parkir ikut hangus terbakar.

Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho menyatakan penanganan kebakaran masih berlangsung hingga Jumat (2/10) pagi. Petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, dan puluhan armada pemadam kebakaran masih disiagakan untuk melokalisasi sumber asap yang tak kunjung padam.

"Masih (penanganan). Tadi saya koordinasi dengan Kepala Damkar yang di lokasi. Jadi memang belum tahu penyebabnya yang di bawah kok belum bisa hilang, terkait dengan asapnya itu loh, asap hitam ya," kata Heri saat dihubungi, Jumat (2/10) pagi.

Asap Pekat Diduga Berasal dari Material Karet di Basement

Kepulan asap hitam dilaporkan masih terus membubung dari area basement bangunan sampai sekitar pukul 08.50 WIB. Petugas sempat heran karena asap tetap keluar meski penyiraman air sudah dilakukan secara masif sejak malam hari.

Heri menduga asap pekat bersumber dari material tertentu di area bawah bangunan yang terbakar. "Kalau perkiraan tadi, mungkin ada barang seperti karet yang memang di bawah yang memang sudah terbakar kemudian apa namanya, memicu kayak bau, keluknya (asapnya) itu kan bau kayak bau karet toh," ujarnya.

Kepolisian mengaku belum bisa memastikan keberadaan api di dalam bangunan. "Yang bisa masuk, yang bisa masuk itu dari Damkar. Kalau dari kepolisian kan mengamankan lokasi. Kalau kita ber-statement, 'Oh, ada api di dalam,' nah kita agak berani," sambungnya.

Ratusan Kendaraan Hangus, Polisi Tunggu Hasil Identifikasi

Amukan api tidak hanya melahap struktur bangunan tiga lantai dan gudang material kimia di basement. Sekitar 100 unit kendaraan bermotor yang terparkir di area lokasi kejadian ikut hangus terbakar.

Jajaran kepolisian telah memasang garis polisi di area selatan bangunan untuk mengamankan puluhan hingga ratusan kendaraan milik pegawai. Personel juga disiagakan di sekitar lokasi untuk mengurai kemacetan akibat banyaknya warga yang memperlambat laju kendaraan untuk mengambil gambar.

Selain dua korban meninggal, terdapat korban luka lecet dan sesak napas yang mendapatkan perawatan medis. Mengenai pemeriksaan saksi dan penyebab pasti kebakaran, kepolisian masih menunggu hasil identifikasi resmi.

"Nah, kita nunggu identifikasi dulu ya terkait dengan itu ya," pungkasnya.

Kronologi dan Upaya Pemadaman Hari Pertama

Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi pada Kamis (1/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Kobaran api merambat dan membakar struktur bangunan yang memiliki tiga lantai serta satu area basement.

Titik api awal dilaporkan muncul dari sisi selatan atau bagian belakang gedung. Penyebab pasti munculnya api masih dalam penyelidikan.

Upaya pemadaman pada hari pertama melibatkan tim gabungan BPBD, Kepolisian, Dinas Sosial, serta puluhan armada pemadam kebakaran. Bantuan armada didatangkan tidak hanya dari Sleman, tetapi juga dari Bantul, Kulon Progo, Klaten, hingga Magelang.

Hingga Jumat pagi, petugas masih melakukan penyisiran dan proses pendinginan di lokasi. Belum ada keterangan resmi mengenai total kerugian material akibat insiden ini.

Terkini