Karhutla Prabumulih Meluas ke Tiga Desa, 15 Hektare Kebun Karet Warga Terbakar

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:00:31 WIB
Kebakaran lahan dan hutan di Kecamatan Rambang Kapak Tengah meluas ke tiga desa dengan 15 hektare perkebunan karet warga terbakar.

NUSAAKSARA.COM — Kebakaran lahan dan hutan di Kota Prabumulih, Sumatra Selatan, meluas ke tiga desa di Kecamatan Rambang Kapak Tengah. Sedikitnya 15 hektare lahan dan perkebunan karet milik warga terbakar, sementara petugas kesulitan memadamkan karena lokasi sulit dijangkau dan pasokan air kering di musim kemarau panjang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prabumulih Sriyono menyatakan kebakaran kembali terjadi dan merambat ke perkebunan karet warga. Tiga desa yang terdampak adalah Desa Tanjung Batu, Desa Jungai, dan Desa Tanjung Miring.

Luasan lahan yang terbakar mencapai 15 hektare. Petugas di lapangan menghadapi dua kendala sekaligus: medan yang sulit dijangkau dan minimnya sumber air untuk pemadaman.

Tiga Desa Terdampak dan Luasan yang Terbakar

Kebakaran di Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) merembet dari lahan kosong ke perkebunan karet milik warga. Desa Tanjung Batu, Desa Jungai, dan Desa Tanjung Miring menjadi wilayah yang paling parah terdampak.

Sriyono menyebut proses pemadaman terus dilakukan lintas instansi. BPBD menyiapkan mobil tangki dan mobil pemadam kebakaran untuk mensuplai air ke titik-titik api.

Medan Sulit dan Pasokan Air Jadi Kendala Utama

Jarak lokasi yang jauh dari akses jalan membuat petugas sulit menjangkau titik kebakaran. Kondisi diperberat oleh kemarau panjang yang mengeringkan sumber air di sekitar lokasi.

Menurut Sriyono, timnya harus mengerahkan mobil tangki untuk mengangkut air ke lokasi. Upaya itu dilakukan bersama Babinkamtibmas, camat, dan BPBD di bawah komando Wali Kota Prabumulih.

"Hari ini Pemda Prabumulih melakukan pemadaman Desa Tanjung Batu perbatasan Tanjung Miring setelah di cek masuk wilayah Ogan Ilir, tim menyiapkan mobil tangki mobil damkar suplai air bersama babinkamtibmas, pak camat, BPBD dikomandoi Walikota Prabumulih," ucap Sriyono.

Wali Kota Turun Langsung, Minta Warga Ikut Padamkan

Wali Kota Prabumulih H Arlan turun langsung ke lokasi untuk membantu pemadaman. Ia meminta warga desa ikut serta memadamkan api yang masih menyala.

Arlan juga mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, baik untuk lahan kosong maupun perkebunan. Instruksi diteruskan ke seluruh lurah, camat, RT, dan RW agar terlibat dalam penanganan kebakaran.

Pemadaman Berlanjut, Kewaspadaan Diminta Meningkat

Pemerintah daerah masih mengerahkan personel dan peralatan untuk memadamkan titik api yang tersisa. Kewaspadaan diminta meningkat seiring kemarau yang belum menunjukkan tanda berakhir.

Prabumulih menjadi salah satu wilayah di Sumatra Selatan yang rutin menghadapi karhutla pada musim kemarau. Perambatan api ke perkebunan warga menambah kerugian ekonomi di samping dampak asap bagi kesehatan.

Terkini