NUSAAKSARA.COM — Sebanyak 672 warga Kecamatan Kuranji, Padang, masih mengungsi di tiga lokasi setelah banjir merendam permukiman mereka. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan bantuan kebutuhan dasar dan satu tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter untuk mendukung aktivitas mandi, cuci, dan kakus para pengungsi. Bantuan disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi dengan menyesuaikan kebutuhan yang dipetakan bersama pemerintah daerah.
BNI menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, melalui program TJSL BNI Berbagi. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan penyaluran bantuan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat berdasarkan informasi dari Sekretaris Daerah dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang.
Ribuan Warga Terdampak di Dua Kecamatan
Data sementara mencatat 672 warga mengungsi di tiga lokasi di Kecamatan Kuranji. Di Kecamatan Koto Tangah, sekitar 459 kepala keluarga terdampak banjir, meliputi Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto dan Lubuk Minturun.
Sebagian warga mengungsi di masjid. Sisanya tinggal sementara di rumah keluarga atau kerabat karena rumah mereka belum layak ditempati.
Air Mineral hingga 400 Bungkus Nasi Siap Konsumsi
BNI menyalurkan air mineral, selimut, mi instan, beras, minyak goreng, dan telur untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan juga mencakup 400 bungkus nasi siap konsumsi serta satu tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter.
Okki menyatakan perseroan turut prihatin atas kondisi yang dialami warga terdampak banjir di Padang.
"BNI turut prihatin atas kondisi yang dialami masyarakat terdampak banjir di Padang. Kami berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan warga dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal," ujar Okki dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Pemantauan Kebutuhan Lanjutan Selama Tanggap Darurat
Okki menyebut BNI akan terus memantau perkembangan situasi bersama pemerintah daerah dan BPBD untuk mengidentifikasi kebutuhan lanjutan masyarakat terdampak.
"Kebutuhan masyarakat dapat berkembang seiring dengan kondisi yang dihadapi. Karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan dapat membantu meringankan beban warga selama masa tanggap darurat," kata Okki.
Melalui program TJSL BNI Berbagi, BNI menyalurkan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI menjalankan peran sosialnya dengan hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam kondisi darurat dan bencana.