Yair Golan Klaim Pemilih Israel Telah "Memecat" Pemerintahan Netanyahu

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:00:32 WIB
Pemimpin Partai Demokrat Israel Yair Golan menyampaikan pernyataan politiknya kepada publik.

NUSAAKSARA.COM — Pemimpin Partai Demokrat Israel Yair Golan menyatakan bahwa para pemilih telah "memecat pemerintahan Netanyahu" dan menyerukan pembentukan pemerintahan baru. Klaim itu disampaikan setelah hasil pemilu yang belum sepenuhnya final, sementara mitra koalisi justru mendesak Netanyahu mundur. Golan berjanji bekerja sama dengan semua mitra politik untuk menjembatani perbedaan.

Pemimpin Partai Demokrat Israel Yair Golan menyampaikan pernyataan melalui platform X bahwa hasil pemilu telah mencabut mandat pemerintahan petahana. Ia menyebut momen itu sebagai "kesempatan bersejarah" yang tidak boleh disia-siakan.

"Kita telah mendapatkan kesempatan bersejarah untuk membentuk pemerintahan yang benar-benar membawa perubahan di Israel, dan kita tidak berniat untuk menyia-nyiakan kesempatan ini," tulis Golan, seperti dikutip dari pernyataannya di X.

Golan juga mengapresiasi para pendukung yang selama empat tahun terlibat dalam aksi protes, bergabung dengan partainya, dan berkampanye untuk meyakinkan pemilih. Menurutnya, tekanan publik itu menjadi bagian dari perubahan politik yang ia harapkan.

Sinyal Mundurnya Netanyahu dari Dalam Koalisi

Tekanan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak hanya datang dari oposisi. Pemimpin Partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, secara terbuka mendesak Netanyahu untuk mundur dari jabatannya.

Seruan Lieberman menambah bobot klaim Golan bahwa komposisi politik Israel tengah bergeser. Namun hingga pernyataan itu disampaikan, belum ada konfirmasi resmi mengenai pembentukan pemerintahan baru maupun langkah Netanyahu menanggapi desakan tersebut.

Pernyataan Golan dan Lieberman muncul di tengah proses politik yang masih berjalan. Tidak ada keterangan resmi dari kantor Netanyahu mengenai sikapnya terhadap seruan mundur itu.

Janji Golan: Menjembatani Perbedaan Antar Mitra Politik

Golan menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh mitra politik dalam membentuk pemerintahan. Ia menyebut perbedaan pandangan antarpartai harus dijembatani demi tanggung jawab bersama.

"Kami akan melakukan segalanya untuk memastikan pemerintahan seperti itu terbentuk," ujarnya. "Kami siap bekerja sama dengan semua mitra kami, menjembatani perbedaan, dan memikul tanggung jawab. Publik telah bersuara. Kini giliran kita untuk bekerja."

Pernyataan itu mengindikasikan bahwa Partai Demokrat tidak berniat membentuk pemerintahan secara sepihak. Golan menempatkan koalisi lintas partai sebagai syarat utama untuk mewujudkan perubahan yang ia janjikan.

Mandat Publik dan Ujian bagi Partai Oposisi

Klaim Golan bahwa publik "telah bersuara" menjadi inti narasi politiknya. Ia memposisikan hasil pemilu sebagai legitimasi untuk mengakhiri pemerintahan Netanyahu yang telah lama menjadi sasaran protes jalanan.

Namun pernyataan itu belum disertai rincian angka kursi atau konfigurasi koalisi yang akan dibentuk. Tanpa kepastian tersebut, klaim kemenangan masih bersifat politis dan belum terverifikasi secara prosedural.

Yang jelas, tekanan kini bergerak dua arah: dari oposisi yang mengklaim mandat baru, dan dari dalam blok pendukung Netanyahu yang mulai mendesak perubahan kepemimpinan. Perkembangan berikutnya bergantung pada bagaimana partai-partai lain merespons ajakan Golan untuk berkoalisi.

Terkini