NUSA AKSARA - Musim balap 2026 menjadi momentum lanjutan kolaborasi antara pembalap Sean Gelael, tim AF Corse, dan Pertamina Patra Niaga. Kemitraan ini kembali ditegaskan sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan terhadap keikutsertaan Indonesia di ajang balap internasional.
Kerja sama tersebut diumumkan menjelang dimulainya musim kompetisi, sekaligus menandai kesinambungan program yang sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Tema yang diusung tetap menekankan pada performa global dan representasi Indonesia di lintasan balap dunia.
Pada musim 2026, Sean Gelael dijadwalkan mengikuti dua kompetisi utama. Ia akan tampil di FIA World Endurance Championship bersama tim WRT serta di Asian Le Mans Series bersama AF Corse 51.
Pertamina Patra Niaga menilai kehadiran mereka dalam dunia motorsport sebagai bagian dari upaya memperkuat citra produk di tingkat internasional. Kolaborasi dengan tim balap dan pembalap Indonesia dipandang sebagai medium yang relevan untuk menunjukkan kualitas dan daya saing.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyampaikan bahwa kemitraan ini memiliki nilai strategis. Ia mengatakan, “Melalui kolaborasi dengan AF Corse 51 dan Sean Gelael, kami ingin menunjukkan bahwa produk Indonesia mampu merepresentasikan performa, inovasi, dan daya saing Indonesia di panggung global.”
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di sela Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta. Momen tersebut menjadi penegasan bahwa keikutsertaan dalam balap internasional tidak hanya berkaitan dengan prestasi olahraga, tetapi juga promosi industri nasional.
Sean Gelael diposisikan bukan sekadar sebagai pembalap, tetapi juga sebagai figur yang membawa identitas Indonesia ke berbagai kompetisi. Perannya dianggap penting karena konsistensinya berkompetisi di level internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Pembalap berusia 29 tahun itu menyambut baik perpanjangan kerja sama yang kembali diberikan kepadanya. Dukungan tersebut menjadi tambahan motivasi untuk menjalani musim balap yang akan datang.
Dalam konteks tim, kehadiran AF Corse tetap menjadi bagian penting dari proyek ini. Tim asal Italia tersebut memiliki rekam jejak panjang di ajang endurance, sehingga dinilai memberi nilai kompetitif bagi Sean Gelael saat turun di lintasan.
Kolaborasi yang berlanjut ini menunjukkan bahwa hubungan antara pembalap, tim, dan sponsor tidak bersifat jangka pendek. Ketiganya membangun pola kerja yang berorientasi pada kesinambungan, bukan hanya pada hasil satu musim.
Pertamina Patra Niaga menempatkan motorsport sebagai salah satu ruang eksposur global yang dinilai efektif. Dukungan kepada Sean Gelael dipandang sebagai investasi reputasi yang berjalan beriringan dengan partisipasi dalam kompetisi internasional.
Bagi Sean Gelael, keberlanjutan kemitraan ini juga mencerminkan tingkat kepercayaan yang tetap terjaga. Ia melihat dukungan tersebut sebagai faktor penting untuk menjaga konsistensi performa.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, partisipasinya dalam dua ajang sekaligus menjadi tantangan tersendiri. Jadwal balap yang padat menuntut kesiapan fisik, teknis, dan koordinasi tim yang solid.
Musim 2026 diperkirakan menjadi fase penting bagi pembalap Indonesia di kancah global. Kombinasi antara pengalaman, dukungan sponsor, dan stabilitas tim menjadi modal untuk menjaga daya saing.
Perpanjangan kemitraan ini juga menjadi sinyal bahwa dukungan industri nasional terhadap olahraga otomotif masih berlanjut. Hubungan antara dunia bisnis dan olahraga dipertahankan melalui program yang berkelanjutan.
Bagi publik, kehadiran Sean Gelael di berbagai ajang internasional tetap menjadi representasi Indonesia di lintasan balap. Keikutsertaannya bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga simbol keterlibatan Indonesia dalam ekosistem motorsport global.
(CHY)