NUSA AKSARA - Grandson tegaskan tidak diizinkan membawa vokalis Bob Vylan, ke atas panggung saat konsernya di O2 Forum Kentish Town, London. Konser tersebut berlangsung pada Senin (2/3/2026) sebagai bagian dari tur “Inertia”.
Dilansir dari NME, penyanyi yang memiliki nama asli Jordan Benjamin itu awalnya berencana menghadirkan Bobby Vylan sebagai tamu kejutan. Namun, menurut pengakuannya, keputusan tersebut dibatalkan tepat sebelum konser dimulai.
Dalam unggahan di Instagram Stories, Grandson menjelaskan situasi yang terjadi menjelang penampilannya. Ia menulis, “As we got ready to rock the O2 Forum Kentish Town tonight, we were informed right before the show that our surprise guest Bobby Vylan would not be allowed in the venue or onstage.”
Ia juga mengaku sempat mempertimbangkan untuk membatalkan konser tersebut. Grandson mengatakan pihak penyelenggara menyebut keputusan itu terkait kekhawatiran keamanan dari aparat setempat.
Menurutnya, pihak venue menyampaikan bahwa larangan tersebut berkaitan dengan potensi protes yang bisa memengaruhi keselamatan penonton. Ia menulis, “When I threatened to pull out of the show they said it was out of their hands and due to the local police’s fear of protestors impacting the safety of the audience.”
Pilihan Sulit Menjelang Konser
Grandson menyebut dirinya berada dalam situasi sulit sebelum memutuskan tetap tampil. Ia menilai pilihan yang tersedia hanya membatalkan konser atau menerima pembatasan terhadap kebebasan artistiknya.
Dalam pernyataannya, ia menulis, “I was put in the position where I had to either tell the 2,000 people that travelled to the show and paid a ticket tonight to go home, or have my OWN freedom as an artist to invite whoever [the] fuck I want onto the stage and say whatever the fuck I want be infringed on.”
Akhirnya, ia memilih melanjutkan konser demi para penggemar yang telah datang. Ia mengatakan keputusan tersebut diambil agar penonton tetap dapat menikmati pertunjukan yang telah mereka tunggu.
Grandson menyebut ia ingin memberi ruang bagi penggemar untuk merasakan kebersamaan di konser tersebut. Ia menambahkan bahwa situasi tersebut tetap terasa tidak menyenangkan baginya.
Dalam unggahannya, ia menulis, “You benefit from the ticket sales and take a merch cut from outspoken artists but then aren’t prepared to protect our words.” Ia menutup pernyataan itu dengan menyebut situasi tersebut sebagai sesuatu yang “really shameful and disappointing.”
Latar Belakang Kontroversi Bob Vylan
Grandson sebelumnya pernah bekerja sama dengan Bob Vylan dalam lagu “Who’s The Enemy”. Duo punk-rap asal Inggris itu juga sempat dijadwalkan menjadi penampil pendukung dalam tur Grandson di Amerika Serikat tahun lalu.
Namun rencana tersebut batal setelah visa mereka dicabut menyusul penampilan kontroversial di Glastonbury Festival. Saat tampil di festival tersebut, Bobby Vylan memimpin penonton meneriakkan slogan yang memicu perdebatan publik.
Penampilan itu disiarkan langsung oleh BBC dan memicu berbagai reaksi. Setelah festival, visa mereka ke Amerika Serikat dicabut dan penampilan tersebut sempat menjadi subjek penyelidikan oleh Avon and Somerset Police sebelum akhirnya dihentikan.
Kontroversi tersebut juga berdampak pada hubungan profesional mereka. Bob Vylan kemudian dilaporkan berpisah dengan agen mereka setelah kejadian tersebut.
Grandson termasuk salah satu musisi yang secara terbuka membela Bob Vylan. Dalam pernyataan sebelumnya, ia menulis, “Censorship of art is a tactic of control.”
Ia juga menambahkan pandangannya sebagai musisi Yahudi terkait kritik terhadap militer Israel. Grandson menulis, “As a Jewish artist, I am deeply offended by the conflation of criticism against a military force known for their indiscriminate violence with antisemitism.”
Hingga laporan ini diturunkan, pihak Academy Music Group yang mengelola O2 Forum Kentish Town dilaporkan tidak memberikan komentar saat dimintai tanggapan oleh NME.
(CHY)