Bahlil Umumkan BUK Migas Langsung di Bawah Presiden, Stok BBM 18-20 Hari

Bahlil Umumkan BUK Migas Langsung di Bawah Presiden, Stok BBM 18-20 Hari
Ilustrasi. Foto: Generate AI

NUSAAKSARA.COM — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Keputusan itu disampaikan dalam Sidang perdana Dewan Energi Nasional (DEN) 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Pemerintah juga memastikan stok BBM dan cadangan nasional berada di kisaran 18-20 hari.

Dari rapat itu, pemerintah memutuskan sejumlah langkah besar. Mulai dari pengamanan stok bahan bakar minyak hingga pembentukan badan khusus yang menangani sektor migas secara langsung di bawah Presiden.

Stok BBM dan Cadangan Nasional di Kisaran 18-20 Hari

Pemerintah memastikan ketersediaan energi tetap terjaga. Stok BBM dan cadangan nasional saat ini berada pada kisaran 18-20 hari.

Angka itu disampaikan Bahlil sebagai gambaran kondisi pasokan di tengah tekanan geopolitik global yang belum mereda. Pemerintah menilai cadangan tersebut cukup untuk menjaga pasokan dalam jangka pendek.

Dorong B50 dan E50 demi Tekan Impor BBM

Selain menjaga stok, pemerintah akan mendorong pengembangan bahan bakar campuran B50 dan E50. Langkah ini ditempuh untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Pengembangan B50 dan E50 menjadi bagian dari strategi bauran energi nasional. Dengan meningkatkan porsi bahan bakar nabati, pemerintah berharap beban impor migas bisa ditekan secara bertahap.

Eksplorasi Migas dan RUU Migas Jadi Prioritas

Pemerintah juga akan mendorong peningkatan eksplorasi migas nasional. Upaya ini berjalan seiring pembahasan RUU Migas yang tengah bergulir.

Dalam kerangka RUU Migas itu, pemerintah merencanakan pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas. Badan ini nantinya bertanggung jawab langsung di bawah Presiden.

Pembentukan BUK Migas menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menata ulang tata kelola sektor migas. Selama ini, pengelolaan migas tersebar di beberapa institusi, termasuk SKK Migas sebagai pelaksana kegiatan usaha hulu.

Bahlil menyampaikan seluruh hasil sidang DEN 2026 ini sebagai bagian dari langkah menjaga ketahanan energi nasional. Pemerintah menempatkan isu energi sebagai prioritas di tengah ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi harga dan pasokan global.

Bagi konsumen dan industri, kepastian stok 18-20 hari menjadi penanda bahwa pasokan BBM dalam negeri belum berada di posisi kritis. Sementara rencana B50 dan E50 akan menentukan arah kebijakan energi beberapa tahun ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index