NUSAAKSARA.COM — Paprika hadir dalam empat warna yang umum ditemui di pasaran, yakni hijau, kuning, oranye, dan merah. Meski berasal dari jenis sayuran yang sama, masing-masing memiliki tingkat kematangan, rasa, dan kandungan nutrisi yang sedikit berbeda.
Pertanyaannya, apakah warna paprika juga menentukan manfaat kesehatannya?
Dikutip dari Real Simple, Selasa (18/8/2026), perbedaan warna pada paprika berkaitan dengan tingkat kematangannya. Paprika hijau merupakan yang paling muda, sementara paprika merah berada pada tahap kematangan paling lanjut.
Paprika hijau, lebih muda dan rendah gula
Paprika hijau dipanen sebelum benar-benar matang. Karena itu, rasanya cenderung lebih segar dan tidak semanis paprika dengan warna yang lebih matang.
Ahli Gizi Spesialis Kesuburan dan Kesehatan Prenatal Jordan Langhough mengatakan paprika hijau tetap menjadi sumber vitamin C dan serat yang baik.
Kombinasi keduanya dapat mendukung kesehatan pencernaan, sistem kekebalan tubuh, serta jantung.
Namun, dibandingkan paprika dengan warna lain, paprika hijau memiliki kandungan gula dan antioksidan yang lebih rendah.
Meski demikian, Ahli Gizi Spesialis Olahraga, Menopause dan Citra Tubuh Dr. Theresa DeLorenzo mengatakan paprika hijau tetap mengandung antioksidan yang bermanfaat.
Paprika hijau bahkan memiliki kadar lutein dan zeaxanthin yang lebih tinggi. Kedua senyawa tersebut dikaitkan dengan perlindungan terhadap kesehatan mata dan otak seiring bertambahnya usia.
Paprika kuning kaya vitamin C
Beranjak ke tahap kematangan berikutnya, paprika kuning memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan paprika hijau.
Menurut DeLorenzo, paprika kuning mengandung kuersetin, senyawa yang disebut dapat membantu mendukung performa atletik dan mengurangi peradangan.
Paprika kuning juga mengandung serat dan vitamin C, sementara kalium dan vitamin K terdapat pada berbagai jenis paprika. Nutrisi tersebut berperan dalam mendukung kesehatan jantung, darah, tulang, dan otot.
Bagi yang kurang menyukai rasa paprika hijau, tingkat kemanisan paprika kuning bisa menjadi pilihan yang lebih mudah dinikmati.
Paprika oranye kaya beta-karoten
Paprika oranye berada pada tahap kematangan yang lebih lanjut dan memiliki profil nutrisi yang sedikit berbeda.
DeLorenzo menyebut paprika oranye mengandung vitamin C dan A, kalium, serat, serta karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin.
Sementara itu, Langhough menyoroti kandungan beta-karoten di dalamnya. Senyawa ini dapat diubah tubuh menjadi vitamin A.
Vitamin A sendiri berperan dalam mendukung kesehatan kulit, fungsi kekebalan tubuh, serta kesehatan mata.
Paprika merah berada di tahap paling matang
Paprika merah merupakan paprika yang telah mencapai tingkat kematangan paling lanjut. Proses tersebut turut memengaruhi kandungan nutrisi dan rasa buahnya.
Ahli Gizi sekaligus pemilik Radiant Nutrition and Wellness, Kendra Haire, RDN, mengatakan kandungan nutrisi paprika cenderung meningkat seiring proses pematangannya.
Sebagai contoh, paprika merah disebut mengandung 142 miligram vitamin C dan 213 miligram kalium, lebih tinggi dibandingkan varietas dengan warna lainnya dalam sumber tersebut.
Paprika merah juga memiliki kadar beta-karoten dan likopen yang tinggi. Likopen merupakan antioksidan yang dikaitkan dengan kesehatan jantung.
Dari sisi rasa, paprika merah juga menjadi yang paling manis. Hal ini membuatnya cukup populer untuk dikonsumsi langsung maupun diolah ke berbagai masakan.
Jadi, paprika mana yang paling sehat?
Jika harus memilih berdasarkan kandungan nutrisi secara keseluruhan, para ahli gizi yang dikutip dalam sumber tersebut menempatkan paprika merah sebagai pilihan dengan kandungan nutrisi yang sedikit lebih tinggi.
Alasannya berkaitan dengan tingkat kematangan.
Urutan perubahan warna paprika umumnya bergerak dari hijau, kemudian kuning, oranye, hingga merah. Semakin lama paprika berada di tanaman dan mengalami proses pematangan, sejumlah kandungan vitamin dan antioksidannya dapat meningkat.
Haire menekankan bahwa seluruh warna paprika tetap memiliki manfaat masing-masing.
“Semua warna dan varietas paprika bermanfaat serta memiliki keunggulannya masing-masing, namun jika Anda harus memilih satu saja, paprika merah secara keseluruhan memiliki kandungan nutrisi yang sedikit lebih tinggi.”
Langhough juga menyebut paprika merah kaya vitamin C, beta-karoten, dan likopen.
Meski demikian, bukan berarti paprika hijau, kuning, atau oranye menjadi pilihan yang kurang baik. Masing-masing menawarkan komposisi nutrisi dan karakter rasa yang berbeda.
DeLorenzo bahkan memilih paprika kuning sebagai favoritnya karena kandungan vitamin C dan kuersetinnya.
Tinggal pilih sesuai selera
Pada akhirnya, warna paprika bisa menjadi pertimbangan ketika memilih bahan makanan, tetapi bukan berarti hanya satu warna yang layak dikonsumsi.
Paprika hijau bisa menjadi sumber vitamin C, serat, lutein, dan zeaxanthin. Paprika kuning menawarkan vitamin C dan kuersetin, sementara paprika oranye kaya beta-karoten dan sejumlah karotenoid.
Paprika merah memiliki kandungan vitamin C, beta-karoten, dan likopen yang lebih tinggi dalam sumber yang dikutip.
Semua jenis tersebut juga cukup mudah dimasukkan ke dalam menu harian. Potongan paprika dapat ditambahkan ke sup, pizza, salad, sandwich, saus marinara, hingga saus barbeque.
Jadi, jika tersedia beberapa warna sekaligus, tidak ada salahnya menikmati semuanya. Selain membuat makanan lebih berwarna, variasi tersebut juga memberi tubuh beragam nutrisi dari satu jenis sayuran yang sama.
(Fitri Wulandari/CHY)