NUSAAKSARA.COM — Bank of China (Hong Kong) Jakarta Branch resmi membuka kantor cabang di Semarang, Jawa Tengah, guna memperkuat layanan perbankan bagi perusahaan China yang berinvestasi di wilayah tersebut. Pembukaan cabang menjadi bagian dari persiapan bank itu menjalankan fungsi RMB Clearing Bank di Indonesia mulai November 2026, setelah memperoleh izin dari bank sentral China, People's Bank of China (PBOC).
Langkah ekspansi Bank of China ke Jawa Tengah menyasar kebutuhan layanan keuangan yang tumbuh seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan investasi perusahaan China di kawasan itu. Kantor Cabang Semarang dibuka pekan ini dan disebut bakal fokus melayani segmen korporasi maupun nasabah individu.
Country Manager Bank of China (Hong Kong) Jakarta Branch Sun Shangbin menyatakan cabang baru itu akan terhubung dengan jaringan bank di sejumlah kota besar Indonesia.
"Ke depan, Kantor Cabang Semarang akan berfokus pada kebutuhan pasar Jawa Tengah serta memperkuat sinergi dengan jaringan Bank of China di Jakarta, Surabaya, Medan, dan wilayah lainnya. Kami ingin memberikan layanan keuangan yang lebih dekat, efisien, dan profesional bagi perusahaan maupun nasabah individu," kata Sun Shangbin.
Jawa Tengah Jadi Sasaran Investasi Perusahaan China
Pemilihan Semarang sebagai lokasi cabang baru bukan tanpa alasan. Semakin banyak perusahaan asal China yang memperluas kegiatan usaha di Jawa Tengah, sehingga kebutuhan terhadap layanan perbankan ikut naik.
Kebutuhan itu mencakup perdagangan, investasi, transaksi lintas batas, hingga pengelolaan dana. Bank of China menilai layanan keuangan yang dekat dengan lokasi operasional perusahaan akan mempercepat proses bisnis mereka.
Transaksi Renminbi Menguat, Kliring Mulai November 2026
Ekspansi ini berjalan seiring pertumbuhan transaksi mata uang lokal dalam perdagangan Indonesia-China. Bank menyebut volume Local Currency Transaction (LCT) antara kedua negara terus berkembang, sementara penggunaan Renminbi (RMB) di Indonesia meluas.
RMB tidak lagi hanya dipakai sebagai instrumen penyelesaian perdagangan, tetapi juga masuk ke ekosistem jasa dan pasar keuangan. Bank of China akan memperkuat infrastruktur kliring RMB di Indonesia setelah mendapat izin dari PBOC untuk menjadi RMB Clearing Bank.
Fungsi tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada November 2026. Posisi sebagai bank kliring memberi Bank of China peran sentral dalam memfasilitasi penyelesaian transaksi RMB di pasar Indonesia.
QR Code Lintas Batas dan Produk Asuransi Berdenominasi RMB
Bank of China juga memperluas penggunaan RMB melalui kerja sama dengan sejumlah mitra strategis. Bersama UnionPay International, bank itu telah mengimplementasikan konektivitas QR code lintas batas antara Indonesia dan China.
Di sektor asuransi, Bank of China bekerja sama dengan China Taiping Insurance Indonesia mengembangkan produk asuransi properti, pengangkutan, serta ekspor-impor dengan denominasi dan penyelesaian dalam RMB. Inisiatif itu memperluas penggunaan RMB hingga ke aktivitas perdagangan, investasi, dan pengelolaan risiko.
Platform Digital iGTB untuk Nasabah Korporasi
Dari sisi layanan digital, Bank of China memperkuat corporate internet banking melalui platform iGTB. Platform itu mengintegrasikan layanan perbankan online dan offline serta konektivitas layanan domestik dan internasional.
Nasabah korporasi dapat memakai platform tersebut untuk pengelolaan rekening, cash pooling, pembayaran dan penyelesaian transaksi, hingga pengelolaan likuiditas dan dana grup.
Rangkaian pembukaan cabang Semarang juga diisi sharing session bertajuk "Memperdalam Transaksi Mata Uang Lokal, Mendorong Pertumbuhan melalui Bisnis RMB dan Transformasi Digital". Forum itu membahas perkembangan transaksi mata uang lokal, layanan RMB, digital banking, cross-border payment, serta solusi keuangan bagi nasabah korporasi.