NUSAAKSARA.COM — PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) masih mengejar pemenuhan ketentuan free float minimum 15 persen karena porsi saham publiknya baru mencapai 13,74 persen. Manajemen menyiapkan pelepasan saham oleh pemegang saham pengendali sebagai salah satu langkah utama. Kekurangan sekitar 1,26 poin persentase itu menjadi pekerjaan rumah bagi bank yang juga tengah memperkuat permodalan.
Jakarta. PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) belum memenuhi aturan free float minimum 15 persen yang berlaku di Bursa Efek Indonesia (BEI). Porsi saham yang beredar di publik saat ini tercatat 13,74 persen, atau kurang sekitar 1,26 poin persentase dari ambang batas. Manajemen menyatakan waktu pemenuhan masih longgar dan mereka akan berusaha maksimal menutup selisih itu.
Pemenuhan target tersebut tidak hanya mengandalkan transaksi di pasar reguler. Bank berencana memakai kombinasi beberapa langkah, termasuk pelepasan saham dari pemegang saham pengendali.
Kombinasi Langkah yang Disiapkan
Manajemen Bank JTrust Indonesia menyampaikan rencana itu dalam laporan hasil pelaksanaan Public Expose (PUBEX) kepada BEI. Pelepasan saham pengendali disebut sebagai salah satu opsi yang paling mungkin mempercepat penambahan porsi saham publik.
"Ini akan berupa kombinasi termasuk pelepasan saham dari pemegang saham pengendali kami. Kami percaya bahwa ini bisa kami penuhi pada waktunya," ujar manajemen.
Sebelumnya, manajemen juga menegaskan posisi free float saat ini masih di bawah ketentuan. "Saat ini masih di 13,74%, tapi kami akan berusaha maksimal untuk memenuhi target 15% karena waktunya memang masih cukup lama," kata manajemen.
Modal Naik Jadi Rp 3,71 Triliun
Di sisi lain, Bank JTrust Indonesia tengah memperkuat permodalan. Total modal bank tercatat naik menjadi Rp 3,71 triliun dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 14,53 persen hingga Juni 2026.
Manajemen menyebut masih ada rencana penambahan modal dari holding Bank JTrust Indonesia di Jepang pada tahun ini. Nilainya masih dalam perhitungan sambil melihat proyeksi permodalan di akhir tahun.
"Tahun ini akan ada rencana suntikan dana dari holding kami, nilainya sedang kami perhitungkan dan melihat perkembangan dari proyeksi permodalan di akhir tahun. Tapi intinya akan ada tambahan modal dari holding kami," ujar manajemen.
Penguatan modal dipastikan dilakukan lewat jalur organik maupun nonorganik untuk mendukung pengembangan usaha bank.
Arti Free Float bagi Investor Ritel
Aturan free float minimum 15 persen dibuat agar saham emiten cukup likuid diperdagangkan. Semakin kecil porsi saham publik, semakin tipis volume transaksi harian dan semakin lebar potensi selisih harga beli-jual.
Bagi investor ritel, penambahan saham beredar lewat pelepasan pemegang saham pengendali bisa berarti pasokan saham di pasar bertambah. Itu membuka peluang masuk lebih besar, meski tetap bergantung pada harga dan waktu pelaksanaannya.
Bank JTrust Indonesia belum menyebut tenggat pasti kapan pelepasan saham pengendali akan dieksekusi. Manajemen hanya memastikan prosesnya berjalan dan target 15 persen bisa terpenuhi sesuai waktu yang tersedia.
Dua agenda berjalan beriringan: menutup selisih free float dan menambah modal. Bagi pemegang saham publik, keduanya menentukan seberapa dalam saham BCIC bisa diperdagangkan dan seberapa kuat bank menopang ekspansi ke depan.