Jorge Martin Beber Alasan Biarkan Marc Marquez Lewat di Sprint Race Mandalika

Jorge Martin Beber Alasan Biarkan Marc Marquez Lewat di Sprint Race Mandalika
Pembalap Aprilia, Jorge Martin, memimpin jalannya Sprint Race MotoGP Mandalika.

NUSAAKSARA.COM — Jorge Martin harus rela kehilangan posisi terdepan dari Marc Marquez di Sprint Race MotoGP Mandalika. Pembalap Aprilia itu mengaku terpaksa membiarkan rivalnya menyalip karena berada dalam ancaman penalti tekanan ban.

Jorge Martin tampil dominan di awal Sprint Race MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Ia sempat memimpin hingga 1,7 detik atas Marc Marquez sebelum akhirnya harus menyerahkan posisi terdepan.

Momen krusial terjadi saat balapan tersisa lima lap. Martin terlihat menoleh ke belakang dan membiarkan Marquez lewat begitu saja. Setelah itu, ia baru kembali memacu motornya dengan maksimal.

Ancaman Penalti Delapan Detik Jadi Penyebab

Usai balapan, Martin mengungkap alasan di balik keputusannya tersebut. Ia mengaku berada dalam ancaman hukuman akibat pelanggaran tekanan ban.

"Saya tidak melakukan start yang bagus tetapi ada empat pembalap [terlibat insiden] di tikungan pertama sehingga mudah bagi saya untuk mengambil posisi terdepan," ujar Martin, dikutip dari Crash.

"Kemudian saya terus memacu motor, saya bisa membuat selisih yang besar dengan Marc. Dari titik itu, saya hanya berusaha untuk menjaga jarak. Namun kemudian saya menyadari saya dalam ancaman soal tekanan ban."

Regulasi MotoGP mewajibkan setiap pembalap menjaga tekanan ban depan di angka 1,80 bar dan ban belakang 1,68 bar. Jika terbukti melanggar, pembalap akan dikenai penalti delapan detik yang bisa merusak hasil balapan.

Upaya Martin Menghangatkan Ban Depan Tak Berhasil

Martin mengungkapkan bahwa ia sudah berusaha maksimal untuk menaikkan tekanan ban depan ke zona yang diwajibkan. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

"Saya mencoba untuk lebih memacu motor, mencoba lebih menghangatkan ban depan, namun saya tidak bisa mencapai zona itu," tuturnya.

"Jadi itulah yang membuat saya harus membiarkan Marc lewat. Dan dari titik itu, segalanya menjadi lebih sulit, bahkan ketika saya mencoba untuk lebih mendekat di lap terakhir."

Pembalap asal Spanyol itu juga membantah bahwa posisi start kelima membuatnya kesulitan dan berpengaruh terhadap tekanan ban. Menurutnya, masalah ini bukan berasal dari posisi start.

"Tidak, kami tidak pernah bermasalah dengan tekanan ban. Saya tak tahu mengapa hari ini kami bermasalah," tegas Martin.

Dampak ke Persaingan Sprint Race

Keputusan Martin membiarkan Marquez lewat mengubah peta persaingan di Sprint Race Mandalika. Padahal, ia sudah menunjukkan pace yang kuat sejak awal lomba.

Dengan regulasi tekanan ban yang ketat, pembalap dituntut untuk tidak hanya cepat, tetapi juga cermat menjaga kondisi ban sepanjang balapan. Pelanggaran sekecil apa pun bisa berujung pada penalti delapan detik yang merugikan posisi finis.

Bagi Martin, insiden di Mandalika menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana tekanan ban bisa memaksa pembalap mengubah strategi balapan secara drastis, bahkan ketika sedang dalam posisi memimpin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index