Ford F-150 Lightning Bekas Laris Manis di AS, Harga Diskon Hingga 50 Persen

Ford F-150 Lightning Bekas Laris Manis di AS, Harga Diskon Hingga 50 Persen
Ford F-150 Lightning bekas terjual rata-rata dalam 20 hari di dealer Amerika Serikat.

NUSAAKSARA.COM — Ford F-150 Lightning bekas kini jadi komoditas panas di pasar mobil bekas Amerika Serikat setelah harganya anjlok hampir separuh dari harga baru. Rata-rata unit hanya bertahan 20 hari di halaman dealer sebelum terjual, jauh lebih cepat dibanding mobil bekas biasa yang butuh 44 hari. Salah satu pembeli bahkan mengaku hanya membayar US$ 40.000 untuk truk listrik yang harga transaksi rata-ratanya sempat menyentuh US$ 79.000 beberapa tahun lalu.

Permintaan terhadap Ford F-150 Lightning bekas di pasar Amerika Serikat melonjak tajam meski produksinya sudah dihentikan pabrikan. Data Bloomberg yang dikutip dari sejumlah dealer menunjukkan perputaran unit truk listrik ini jauh melampaui rata-rata kendaraan bekas lain di lot penjualan.

Harga Bekas Anjlok Hampir Separuh Harga Baru

Faktor utama di balik fenomena ini adalah harga jual yang jauh di bawah MSRP awal. Ketika pertama diluncurkan, F-150 Lightning ditawarkan mulai US$ 39.974. Namun dalam waktu kurang dari setahun, angka tersebut naik menjadi lebih dari US$ 60.000.

Ketidaksesuaian antara harga baru yang melambung dan daya beli konsumen inilah yang kemudian menciptakan celah di pasar sekunder. Pembeli yang sebelumnya menahan diri karena harga baru terlalu tinggi kini masuk ke pasar bekas dengan harga yang jauh lebih masuk akal.

Sepertiga Unit Dibeli dari Dealer Merek Pesaing

Menariknya, sekitar sepertiga F-150 Lightning bekas yang terjual ternyata dibeli melalui dealer yang berafiliasi dengan merek pesaing. Biasanya unit trade-in seperti ini akan dilelang balik ke dealer Ford, tetapi para dealer non-Ford rupanya melihat peluang bisnis yang tidak bisa dilewatkan.

Praktik ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap truk listrik bekas tidak terbatas pada jaringan dealer resmi Ford saja. Dealer independen dan multi-merek ikut meraup keuntungan dari tingginya animo konsumen.

Produksi Dihentikan Setelah Target Penjualan Tidak Tercapai

Ford menghentikan produksi F-150 Lightning pada tahun lalu setelah sebelumnya memasang target ambisius 150.000 unit per tahun. Realitasnya jauh dari proyeksi tersebut. Penjualan terbaik truk ini terjadi pada 2024 dengan hanya sekitar 33.500 unit terjual.

Optimisme berlebihan menjadi akar masalahnya. Ford melihat lini F-Series yang pernah menembus penjualan tahunan lebih dari 900.000 unit, lalu berasumsi bahwa versi listriknya akan menikmati kesuksesan serupa. Ditambah lagi, 100.000 reservasi yang masuk dalam bulan pertama semakin menguatkan keyakinan tersebut.

Namun tidak semua reservasi berujung pada pembelian. Harga yang terus naik, kebakaran di pabrik aluminium salah satu pemasok utama, serta pasar EV Amerika Serikat yang mulai menyusut alih-alih tumbuh, semuanya berkontribusi pada berhentinya produksi.

Ford Siapkan Pikap Listrik Baru dengan Harga Lebih Murah

Dari pengalaman ini, Ford tampaknya mulai belajar bahwa pasar truk listrik tetap ada selama harganya terjangkau. Bukti dari pasar bekas menunjukkan konsumen tidak menolak teknologi EV, melainkan menolak harga yang tidak masuk akal.

Ford baru-baru ini mengumumkan rencana meluncurkan pikap listrik midsize pada 2027 dengan nama Ford Fathom. Harga awalnya diklaim mulai dari US$ 28.350, jauh lebih murah dibanding F-150 Lightning saat pertama rilis.

Meski begitu, perusahaan tetap memasang target tinggi. Ford menginvestasikan US$ 2 miliar untuk sistem produksi EV baru dengan harapan bisa menjual 100.000 unit Fathom di tahun pertama. Angka itu kembali memunculkan pertanyaan apakah pelajaran dari F-150 Lightning benar-benar sudah dicerna sepenuhnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index