AC Milan Kebobolan Sekali dalam Tiga Laga, Pertahanan Amorim Mulai Rapat

AC Milan Kebobolan Sekali dalam Tiga Laga, Pertahanan Amorim Mulai Rapat
AC Milan hanya kebobolan satu gol dalam tiga laga terakhir di Serie A dan Liga Europa.

NUSAAKSARA.COM — AC Milan hanya kebobolan satu gol dalam tiga pertandingan terakhir di Serie A dan Liga Europa. Tren itu muncul setelah Rossoneri menang 3-0 atas Lecce, imbang 1-1 dengan Sassuolo, lalu membantai Salzburg 4-0. Formasi tiga bek asuhan Ruben Amorim mulai menunjukkan keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

Rangkaian performa tersebut menjadi modal penting bagi Milan yang sempat diterpa tekanan setelah kalah dari Benfica pada putaran pertama. Kemenangan besar di Liga Europa atas Salzburg menjadi jawaban atas keraguan yang muncul usai gagal meraih poin penuh melawan Sassuolo.

Fikayo Tomori Kembali Jadi Tembok di Jantung Pertahanan

Kepercayaan Amorim kepada Fikayo Tomori berbuah hasil. Bek asal Inggris itu dipercaya menjadi starter dan tampil disiplin bersama Koni De Winter serta Strahinja Pavlovic dalam skema tiga bek.

Kombinasi ketiganya membatasi ruang gerak pemain Salzburg sepanjang laga. Mike Maignan di bawah mistar juga sigap mengantisipasi situasi berbahaya, termasuk saat lini tengah sempat kehilangan bola di area rawan.

Beberapa kesalahan Ardon Jashari di awal pertandingan sempat membuka celah. Milan mampu menutupnya tanpa kehilangan kendali permainan.

Adrien Rabiot Mengatur Tempo, Jashari Bangkit di Babak Kedua

Adrien Rabiot menjadi pemain paling menonjol di lini tengah. Gelandang asal Prancis itu menyumbang assist untuk gol ketiga Milan dan terlibat dalam proses dua gol sebelumnya.

Penampilan tersebut melanjutkan tren positif Rabiot setelah mencetak gol spektakuler ke gawang Sassuolo pada akhir pekan sebelumnya. Ia tidak hanya berkontribusi langsung pada gol, tetapi juga aktif menjangkau berbagai area lapangan untuk mengatur ritme serangan.

Jashari memperlihatkan perkembangan meski sempat melakukan sejumlah kesalahan di awal laga. Kualitas umpannya membaik seiring berjalannya pertandingan, dan ia tetap aktif bergerak ketika Milan harus bermain dengan 10 pemain menjelang akhir laga.

Tekanan Jashari menghasilkan assist untuk gol keempat Goncalo Ramos. Gol itu sekaligus mengakhiri paceklik sang penyerang.

Modal Menjaga Konsistensi di Laga Berikutnya

Catatan clean sheet melengkapi kemenangan besar Milan dan mempertegas tren positif di lini belakang. Dengan hanya satu gol kebobolan dalam tiga pertandingan terakhir, Rossoneri memiliki bekal untuk menjaga konsistensi pada pertandingan berikutnya.

Kualitas lini serang Salzburg bisa diperdebatkan, tetapi Milan tetap layak mendapat apresiasi karena mampu membatasi peluang tuan rumah. Keseimbangan antara produktivitas lini depan dan organisasi pertahanan menjadi kunci dari hasil tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index