NUSAAKSARA.COM — Institut Teknologi PLN (ITPLN) menyambut penunjukan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) melalui RUPSLB pada Rabu (14/10/2026). Suroso, yang masih aktif sebagai dosen tetap ITPLN, dinilai membawa pengalaman lebih dari tiga dekade di sektor ketenagalistrikan. Kampus berharap kepemimpinan baru ini mempercepat transformasi PLN dan pengembangan energi baru terbarukan.
Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa menilai penunjukan Suroso bukan sekadar pergantian kursi puncak di perusahaan listrik negara. Suroso menggantikan Darmawan Prasodjo yang sebelumnya memimpin PLN. Iwa mengaku sengaja hadir di momen pergantian kepemimpinan itu karena kedekatan profesionalnya dengan kedua tokoh.
"Ini momen penting, jadi saya harus turut menghadirinya. Apalagi, Pak Suroso itu dosen ITPLN juga. Saya kenal beliau sudah lama, sejak saya menjadi dosen di UI," ujar Iwa saat berbincang, Jumat (16/10/2026).
Jejak Suroso di ITPLN dan PLN
Suroso tercatat sebagai dosen tetap ITPLN sejak 15 Juni 2025. Sebelum ditunjuk menjadi Dirut, ia menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan sejak 18 Juni 2025.
Pria kelahiran Klaten, 12 Agustus 1971, ini menempuh pendidikan Sarjana Teknik di Institut Teknologi Bandung pada 1994. Gelar Master of Science bidang Power System Engineering and Management diraihnya dari University of Abertay, Inggris, pada 1999, dan pendidikan doktoral Teknik Elektro di ITB diselesaikannya pada 2025.
Sepanjang karier di PLN, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis. Mulai dari Kepala Unit Digital dan Teknologi Informasi, general manager di sejumlah unit operasi, hingga Vice President Perencanaan Sistem.
Agenda yang Menanti: Keandalan Listrik dan PLTS 100 GWp
Iwa menilai pengalaman Suroso selama lebih dari tiga dekade menjadi modal penting menghadapi tantangan sektor ketenagalistrikan. Cakupannya meliputi pengelolaan sistem tenaga listrik, pengembangan infrastruktur, operasional perusahaan, sampai transformasi digital.
Dua agenda strategis menanti kepemimpinan baru PLN. Pertama, menjaga keandalan pasokan listrik. Kedua, mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, termasuk menyukseskan program pemerintah berupa PLTS 100 GWp.
"Semoga beliau meneruskan transformasi di PLN sekaligus menyukseskan program pemerintah agar memberikan dampak positif bagi masyarakat," katanya.
Sinergi Kampus dan Industri di Sektor Transisi Energi
ITPLN menerapkan sistem pembelajaran 4-4-2. Sebanyak 40 persen pembelajaran teori, 40 persen pembelajaran berbasis studi kasus,