IHSG Melonjak 3,93 Persen ke 5.193, Saham BUMN Bank dan Konstruksi Terbang

IHSG Melonjak 3,93 Persen ke 5.193, Saham BUMN Bank dan Konstruksi Terbang
IHSG melonjak 3,93 persen ke level 5.193,03 pada perdagangan siang ini.

NUSAAKSARA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 196,42 poin atau 3,93 persen ke level 5.193,03 pada perdagangan siang ini. Penguatan indeks saham Indonesia terjadi setelah dua hari berturut-turut ambruk imbas pengumuman MSCI. Saham badan usaha milik negara (BUMN), terutama perbankan dan konstruksi, menjadi motor utama kenaikan.

Reli IHSG terjadi setelah indeks ambruk dua hari perdagangan berturut-turut. Penyebabnya pengumuman MSCI yang membuat pasar saham Garuda tertekan. Kini investor kembali masuk, terutama ke saham-saham pelat merah yang sebelumnya tertekan.

Saham Bank BUMN Pimpin Penguatan

Empat saham perbankan pelat merah kompak menghijau dan menjadi penopang utama indeks. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin dengan kenaikan 8,33 persen ke level Rp 3.640 per saham.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyusul dengan penguatan 6,82 persen ke Rp 2.730 per saham. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga naik 6,42 persen ke level Rp 3.150 per saham.

Kenaikan saham bank BUMN ini menarik karena sektor perbankan biasanya menjadi barometer kepercayaan investor terhadap ekonomi domestik. Arus beli yang masuk ke BMRI, BBRI, dan BBNI menunjukkan modal asing maupun lokal mulai kembali ke pasar saham Indonesia setelah tekanan dua hari sebelumnya.

Konstruksi Ikut Melesat, Semen Indonesia Naik 7,39 Persen

Penguatan tidak berhenti di sektor keuangan. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) melesat 95 poin atau 7,39 persen menjadi Rp 1.380 per saham. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) juga mencatat kenaikan 5,83 persen ke level Rp 2.180.

Berbeda dengan emiten konstruksi lain, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) terpantau stagnan alias tidak mengalami perubahan harga.

Pola ini menunjukkan investor lebih selektif memilih emiten konstruksi yang fundamentalnya dianggap lebih kuat. SMGR dan JSMR yang bergerak di sektor material dan jalan tol dinilai punya arus kas lebih stabil dibanding emiten karya yang masih bergulat dengan persoalan utang.

Arti Penting bagi Investor Ritel

Bagi investor ritel, kenaikan IHSG ke 5.193,03 memberi sinyal bahwa tekanan jual akibat pengumuman MSCI mulai mereda. Saham-saham BUMN yang sebelumnya tertekan kini diburu kembali dengan harga yang relatif murah.

Meski begitu, penguatan siang ini belum tentu berlanjut hingga penutupan. Sebanyak 624 saham yang naik menunjukkan pasar memang bergerak positif, tetapi investor tetap perlu mencermati apakah arus beli bertahan hingga sesi akhir perdagangan.

Penutup: Lonjakan IHSG 3,93 persen dan reli saham bank BUMN menjadi sinyal awal pemulihan setelah guncangan MSCI. Arah indeks pada penutupan nanti akan menentukan apakah rebound ini berlanjut atau hanya bersifat sementara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index