Pertamina Bangun Dua Sumur Bor di Manggarai, 153 KK Kini Akses Air Bersih

Kamis, 17 September 2026 | 13:00:31 WIB
Ilustrasi. Foto: Generate AI

NUSAAKSARA.COM — Dua sumur bor yang dibangun Pertamina di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kini memasok air bersih bagi 153 kepala keluarga yang terdampak gempa. Sumur pertama berkedalaman 32 meter dengan debit sekitar satu liter per detik, sementara sumur kedua berkedalaman 28 meter berdebit sekitar 1,3 liter per detik.

Sumur pertama berlokasi di Mata Air, Kecamatan Reok, dengan kedalaman 32 meter dan debit sekitar satu liter per detik. Sumber air itu melayani 85 kepala keluarga serta Polsek Reok. Sumur kedua berada di Kelurahan Wangkung dengan kedalaman 28 meter dan debit sekitar 1,3 liter per detik, mendukung 68 kepala keluarga serta Gereja Stasi Wangkung, SDK Kedindi, dan PAUD St. Arnoldus Wangkung.

Dari Mobil Tangki ke Sumur Permanen

Pada masa tanggap darurat, Pertamina menyalurkan 108.500 liter air bersih melalui mobil tangki dan 2.805 dus air mineral. Bantuan itu bersifat sementara, mengikuti kebutuhan cepat warga saat akses ke sumber air terputus pasca bencana.

Setelah kondisi berangsur pulih, pola dukungan bergeser ke pembangunan sarana permanen. Masing-masing titik sumur dilengkapi menara air, tandon berkapasitas 1.100 liter, pompa, serta jaringan perpipaan agar air bisa langsung dimanfaatkan warga.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan dukungan perusahaan disesuaikan dengan tahap penanganan bencana.

"Di awal penanganan, masyarakat membutuhkan air bersih dengan cepat. Setelah kondisi berangsur pulih, kebutuhan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki sumber air yang dapat terus digunakan. Karena itu, Pertamina melanjutkan dukungan dengan membangun sumur bor di dua lokasi," ujar Baron.

Perjalanan Dua Kilometer yang Kini Berakhir

Kristian Wawo, warga Watubaur, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, menuturkan perjalanan mencari air menjadi bagian keseharian warga sebelum sumur bor beroperasi. Air yang didapat dipakai untuk minum, memasak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

"Banyak suka dukanya untuk mendapatkan air bersih. Dulu kami harus berjalan hampir dua kilometer untuk mengambil air. Sekarang sumber air sudah dekat berkat bantuan dari Pertamina," cerita Kristian.

Hal serupa dirasakan Amelia, warga Watubaur. Ia menyebut air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak setelah gempa melanda Kabupaten Manggarai, ketika akses ke sumber air semakin sulit dan jauh.

"Dalam kondisi bencana seperti ini, ketika air yang paling kami butuhkan bisa tersedia, kebutuhan utama kami menjadi terpenuhi. Terima kasih Pertamina sudah menghadirkan sarana air bersih di sini," tutur Amelia.

Manfaat Jangka Panjang bagi Fasilitas Umum

Baron menyatakan keberadaan sumber air diharapkan membantu warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum di sekitar kedua titik sumur.

"Harapannya, manfaat sumber air ini tidak hanya dirasakan pada masa pemulihan, tetapi dapat terus digunakan masyarakat dalam jangka panjang," tambah Baron.

Dua sumur bor itu menambah daftar sarana air bersih permanen di wilayah terdampak gempa Manggarai. Bagi warga Watubaur, jarak yang dulu harus ditempuh setiap hari kini tergantikan oleh jaringan perpipaan yang mengalirkan air ke permukiman, gereja, dan sekolah.

Terkini