Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran, Berlaku 19 September

Sabtu, 26 September 2026 | 13:00:31 WIB
Pemerintah Kolombia mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran yang berlaku 19 September.

NUSAAKSARA.COM — Pemerintah Kolombia memutuskan memutus hubungan diplomatik dengan Iran, sebuah langkah yang mulai berlaku pada 19 September. Keputusan itu diambil dengan alasan pertimbangan keamanan nasional di kawasan. Kebijakan luar negeri Kolombia berubah total sejak dipimpin presiden baru yang didukung Amerika Serikat, Abelardo de la Espriella.

Langkah ini menandai pergeseran besar dalam arah politik luar negeri Kolombia. Sebelumnya, di bawah Presiden Gustavo Petro, hubungan Bogota dan Teheran berjalan harmonis. Kolombia bahkan terang-terangan membela Palestina dan Iran dari serangan Israel.

Pergeseran Total di Bawah Presiden Baru

Abelardo de la Espriella, presiden sayap kanan yang didukung Amerika Serikat, mengambil alih jabatan dari Petro pada 7 Agustus. Sejak itu, aliansi Kolombia berubah arah.

Sebelum pelantikannya, De la Espriella sudah mengumumkan rencana memutuskan hubungan dengan rezim otoriter sayap kiri di Kuba dan Nikaragua. Namun, hingga kini rencana tersebut belum diwujudkan.

Pemutusan hubungan dengan Iran menjadi langkah konkret pertama yang diambil pemerintahan baru. Pemerintah Kolombia menyebut kebijakan ini murni didasarkan pada pertimbangan keamanan nasional di kawasan.

Dari Sekutu Menjadi Lawan

Selama pemerintahan Petro, Kolombia dikenal sebagai salah satu negara Amerika Latin yang vokal membela Iran di forum internasional. Sikap itu berseberangan dengan posisi Amerika Serikat dan sekutunya.

Kolombia saat itu juga blak-blakan membela Palestina dari serangan Israel. Posisi tersebut mencerminkan garis politik luar negeri sayap kiri yang ditempuh Petro selama menjabat.

Kini, dengan De la Espriella di kursi kepresidenan, arah kebijakan berbalik. Kolombia bergerak mendekat ke posisi Amerika Serikat dan menjauh dari negara-negara yang selama ini menjadi mitra politik Petro.

Dampak dan Langkah Selanjutnya

Pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran berlaku efektif pada 19 September. Pemerintah Kolombia belum merinci mekanisme teknis pemutusan tersebut, termasuk penanganan staf diplomatik kedua negara.

Keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang nasib rencana serupa terhadap Kuba dan Nikaragua. De la Espriella sebelumnya menyatakan akan memutus hubungan dengan kedua negara itu, tetapi belum merealisasikannya.

Bagi Iran, langkah Kolombia menambah daftar tekanan diplomatik yang dihadapi Teheran di kawasan Amerika Latin. Sejumlah negara yang sebelumnya bersimpati pada Iran kini menyesuaikan posisi mereka mengikuti perubahan pemerintahan.

Pemerintah Kolombia belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kemungkinan langkah diplomatik lanjutan. Yang jelas, arah politik luar negeri negara itu kini berbeda jauh dibanding era Petro.

Terkini