Kebakaran Bangka Selatan Hanguskan 305 Rumah, 1.800 Jiwa Terdampak

Senin, 12 Oktober 2026 | 08:00:32 WIB
Warga terdampak kebakaran Dusun Serdang mengungsi di tenda darurat SDN 7 Simpang Rimba.

NUSAAKSARA.COM — Kebakaran lahan di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kabupaten Bangka Selatan, menghanguskan 305 unit rumah dan memaksa 500 warga mengungsi. Kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar, sementara 450 kepala keluarga atau sekitar 1.800 jiwa terdampak langsung. Api yang mulai menyala Sabtu (10/10/2026) sore itu diduga berasal dari pembakaran lahan di dekat permukiman.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Agus Afandi, menyampaikan angka tersebut berdasarkan pembaruan data pada Minggu (11/10/2026) pukul 20.10 WIB. Selain rumah, kebakaran menghanguskan 50 gedung burung walet dan melanda lahan seluas 8,3 hektare.

Ratusan Warga Mengungsi di Tenda Darurat

Sebanyak 500 jiwa terpaksa mengungsi setelah rumah mereka tidak lagi layak huni. Mereka tersebar di dua titik penampungan: 300 jiwa di tenda pengungsian SDN 7 Simpang Rimba dan 200 jiwa di Masjid Al Muhajirin.

Total warga terdampak mencapai 450 kepala keluarga atau sekitar 1.800 jiwa. Sebagian besar rumah warga berbahan papan, kondisi yang membuat api merambat cepat ke permukiman.

Agus Afandi menuturkan api mulai menyala sekitar pukul 15.10 WIB. "Berdasarkan informasi yang diperoleh penyebab kebakaran hebat ini berawal dari terbakarnya lahan di dekat lingkungan permukiman penduduk, karena tiupan angin kencang dan lokasi kering membuat api semakin cepat merambat ke pemukiman penduduk yang kebanyakan material rumah penduduk dinding papan," katanya.

Api Padam, Pendinginan Masih Berlangsung

Hingga Minggu malam, api dilaporkan sudah berhasil dipadamkan. Petugas tetap melakukan proses pendinginan di lokasi karena material bangunan yang terbakar sebagian besar berasal dari papan.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. BPBD masih mendalami asal api yang diduga bermula dari pembakaran lahan di dekat pemukiman.

Pendataan fasilitas umum yang terdampak juga belum tuntas. Agus Afandi mengatakan pihaknya masih menghimpun data kerusakan pada fasilitas publik di sekitar lokasi kebakaran.

"Berdasarkan update data terbaru, jumlah rumah warga terdampak kebakaran sebanyak 305 unit dengan kerugian ditaksir Rp2 miliar," ujar Agus Afandi saat berada di Dusun Serdang, Minggu (11/10/2026).

Kerugian Capai Rp2 Miliar, Pendataan Terus Berjalan

Angka kerugian Rp2 miliar baru mencakup rumah warga. Nilai kerusakan gedung burung walet dan fasilitas umum belum masuk dalam penghitungan karena pendataan masih berlangsung.

Kebakaran lahan yang merembet ke permukiman menjadi pola yang berulang di sejumlah daerah saat musim kemarau. Kombinasi lahan kering dan angin kencang mempercepat penyebaran api ke bangunan yang mayoritas berbahan kayu.

Warga yang mengungsi kini bergantung pada bantuan logistik di dua titik penampungan. Pemerintah daerah belum merinci rencana relokasi atau bantuan perbaikan rumah bagi 450 kepala keluarga yang terdampak.

Terkini