NUSAAKSARA.COM — Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Kapuk Utara III, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (8/10/2026) pagi. Sebanyak 36 bangunan terdiri dari rumah tinggal dan lapak hangus terbakar dengan luas area mencapai 5.000 meter persegi. Kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar, diduga akibat korsleting listrik.
Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaiman, menyatakan luas area yang terbakar mencapai sekitar 5.000 meter persegi atau 0,5 hektare. Kerugian material akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp 1 miliar.
"Kerugian kurang lebih Rp 1 miliar. Dugaan penyebab korsleting listrik," ucap Gatot.
Laporan Warga dan Detik-Detik Kebakaran
Kebakaran pertama kali dilaporkan warga melalui telepon ke petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 06.15 WIB. Menurut Gatot, api terlihat pertama kali oleh ketua RT setempat dari arah lapak milik seorang warga bernama Nurhen.
"Kronologi, sekitar jam 05.30 Bapak RT melihat api besar dari lapak Bapak Nurhen. Kemudian langsung menelepon Satgas Damkar Kapuk Muara meminta bantuan Unit Pemadam Kebakaran Jakarta Utara untuk memadamkan kebakaran yang melanda lapak dan rumah warga," ujar Gatot.
Operasi pemadaman dimulai pukul 06.21 WIB dan dinyatakan selesai sekitar pukul 10.23 WIB. Proses pemadaman berlangsung sekitar empat jam karena lokasi berada di kawasan permukiman padat dengan akses terbatas.
23 Unit Mobil Pompa Dikerahkan, 115 Personel Diterjunkan
Sebanyak 23 unit mobil pompa dan 115 personel damkar dikerahkan ke tempat kejadian perkara. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini, namun sebanyak 45 jiwa dari 22 keluarga terimbas dampak kebakaran.
Jumlah bangunan yang terbakar terbagi dalam dua rukun tetangga. Di RT 15, sebanyak 15 rumah hangus terbakar. Sementara di RT 17, sebanyak 11 rumah dan 10 lapak terdampak kebakaran. Total bangunan yang terdampak mencapai 36 unit.
Dampak bagi Warga dan Penanganan Lanjutan
Kawasan Kapuk Muara dikenal sebagai permukiman padat dengan jarak antar-bangunan yang berdekatan. Kondisi ini membuat api cepat merambat sebelum petugas tiba di lokasi. Warga yang kehilangan tempat tinggal kini membutuhkan penanganan darurat, terutama tempat penampungan sementara.
Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada masalah kelistrikan atau korsleting. Petugas belum merinci titik pasti awal korsleting karena masih melakukan pendataan di lokasi. Tidak ada laporan korban luka yang memerlukan perawatan medis.
Pemerintah daerah setempat belum mengumumkan langkah lanjutan pascakebakaran, termasuk pendataan kerusakan dan bantuan bagi keluarga terdampak. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kelistrikan di bangunan lama kawasan permukiman padat.