BPBA Catat 117 Bencana di Aceh, Kerugian Capai Rp186 Miliar

BPBA Catat 117 Bencana di Aceh, Kerugian Capai Rp186 Miliar
BPBA mencatat 117 kejadian bencana di Aceh sepanjang Januari–September 2026 dengan kerugian material mencapai Rp186 miliar.

NUSAAKSARA.COM — Badan Penanggulangan Bencana Aceh mencatat 117 kejadian bencana sepanjang Januari hingga September 2026 dengan kerugian material menembus Rp186 miliar. Sebanyak 6.901 jiwa terdampak langsung, tiga orang meninggal, dan 992 warga terpaksa mengungsi. Cuaca ekstrem menjadi pemicu dominan rangkaian bencana tersebut.

Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBA, Haslinda Juwita, mengatakan bencana yang terjadi didominasi peristiwa yang dipengaruhi faktor cuaca ekstrem. Data rekapitulasi dihimpun hingga kuartal ketiga 2026.

Kebakaran dan Karhutla Mendominasi Jenis Bencana

Dari 117 kejadian, sebanyak 48 merupakan kebakaran dan 23 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dua jenis bencana itu menyumbang lebih dari separuh total kejadian di Aceh.

Angin puting beliung tercatat 15 kejadian, banjir 20 kejadian, banjir bandang lima kejadian, tanah longsor tiga kejadian, abrasi dua kejadian, dan gempa bumi satu kejadian.

"Berdasarkan data rekapitulasi kebencanaan Aceh yang dihimpun hingga kuartal ketiga 2026, bencana yang mendominasi umumnya dipicu oleh faktor cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Haslinda, Kamis (8/10/2026).

Ribuan Warga Terdampak, 992 Jiwa Mengungsi

Rangkaian bencana berdampak terhadap 3.355 kepala keluarga atau 6.901 jiwa. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan 18 orang mengalami luka-luka.

Sebanyak 992 jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana yang terjadi. Data BPBA menunjukkan dampak bencana tersebar di sejumlah wilayah Aceh.

Ratusan Rumah Rusak, Infrastruktur Jalan dan Jembatan Terdampak

Pada sektor permukiman, 409 unit rumah mengalami rusak berat, 128 unit rusak sedang, dan 192 unit rusak ringan. Sebanyak 757 unit rumah lainnya sempat terendam banjir.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum. BPBA mencatat tiga unit fasilitas pendidikan dan tiga tempat ibadah mengalami kerusakan.

Pada sektor infrastruktur, bencana merusak jalan sepanjang 512,9 meter dan enam unit jembatan. Sebanyak 53 bangunan yang terdiri dari ruko dan gudang juga terdampak.

BPBA Lanjutkan Pemantauan Cuaca Ekstrem

BPBA terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap kejadian bencana di berbagai wilayah Aceh. Fokus utama diberikan pada bencana yang berkaitan dengan kondisi cuaca ekstrem.

Data rekapitulasi hingga kuartal ketiga 2026 itu menjadi dasar bagi BPBA untuk memetakan wilayah rawan bencana menjelang akhir tahun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index